Apa Yang Keluar Dari Mulut Allah

life-1924-0

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4 : 4 TB)

Ayat diatas merupakan perkataan Yesus di padang gurun saat menghadapi godaan iblis. Menarik sekali bahwa ayat tersebut ditulis pada injil Matius dan Lukas pada posisi yang sama. Baik Injil Matius maupun Lukas menuliskannya pada pasal 4 ayat yang ke 4.

Respon pertama Yesus dalam menghadapi godaan iblis sebetulnya sangat menentukan. Mengapa? Karena kalau kita memperhatikan secara jeli, maka kita tahu bahwa Yesus menghadapi setiap godaan iblis dengan “FIRMAN YANG KELUAR DARI MULUT ALLAH”. Pengetahuan kita terhadap Firman sangat dibatasi oleh kemampuan otak kita dalam memproses segala sesuatu. Memang betul bahwa pewahyuan dari Roh Kudus adalah kunci untuk mengerti Firman. Tetapi coba perhatikan iblis, makhluk ini sudah hidup begitu lama dan sudah mempelajari pewahyuan Firman lewat anak-anak manusia dari zaman adam sampai sekarang ini.

Lewat perkataan Yesus kita belajar bahwa tidak semua Firman keluar dari mulut Allah. Ada banyak Firman yang memang terdapat di Alkitab tetapi tidak keluar dari mulut Allah melainkan keluar dari mulut iblis, mulut ambisi pribadi kita, mulut kesombongan kita, dan berbagai-bagai mulut yang tidak ilahi lainnya. Iblis tahu bahwa Yesus adalah anak Allah yang taat, itulah mengapa iblis mencobai Dia lewat “Firman”.

Sesungguhnya setiap kita pasti pernah melewati masa dimana sepertinya apa yang kita kerjakan “sangat alkitabiah” tetapi didalam hati kita tahu bahwa Allah berbicara lain. Sebagai contoh,kita berbohong demi teman kita dengan dasar bahwa ada tertulis “Kasihilah sesamamu….”, ketika kita sedang melakukan hal itu apakah Firman itu yang keluar dari mulut Allah? Atau Allah berkata “Jika ya, katakan ya jika tidak katakan tidak selebihnya itu berasal dari si jahat”. Kegagalan raja Saul adalah ketika Ia membakar persembahan yang seharusnya dibakar oleh Samuel. Ada tertulis bahwa kita harus membakar persembahan bagi Tuhan, tetapi Allah saat itu berfirman bahwa Samuel-lah yang harus membakar persembahan.

Dalam hidup ini, ketika kita memilih untuk menggunakan Firman sebagai dasar untuk melakukan segala sesuatu maka pastikan bahwa penggunaan Firman itu didasari rasa cinta kepada Allah, hasrat kita untuk taat dan menjalankan apa yang menjadi kerinduan hati-Nya. Jangan pernah dasarkan Firman Allah dengan ambisi pribadi yang kita tahu akhirnya akan membawa kehancuran untuk hidup kita.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s