Mendengar Suara Tuhan

HearingGod

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, (Yohanes 10 : 27 TB)

Sebagai orang kristen yang lahir baru, salah satu hal paling mendasar yang harus kita perhatikan adalah Suara Tuhan. Ayat diatas menggambarkan bahwa salah satu cara Tuhan kenal akan diri kita adalah dari kemampuan kita sebagai domba-Nya dalam mendengar suara-Nya. Ada begitu banyak orang kristen yang menganggap kemampuan mendengar suara Tuhan adalah suatu hal yang sangat “wah” atau merupakan suatu pencapaian yang sangat mustahil untuk dicapai dalam kehidupan kekristennya. Ini salah besar.

Dalam ayat lain, Tuhan berfirman:

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3 : 20 TB)

Dari sini kita bisa belajar bahwa jika kita bisa mendengar suaranya dari balik pintu maka kita akan membuka pintu hati kita untuk mengijinkan Dia masuk kedalam kita. Jika kita sudah bertobat maka sudah pasti kita adalah salah satu sekian milyar penduduk bumi yang pernah mendengar suara-Nya dibalik pintu. Lalu mengapa ketika setelah bertobat seolah-olah suara Tuhan adalah hal yang mustahil? Jawabannya sangatlah sederhana, karena sesungguhnya kita ingin mendengar suara Tuhan lewat cara atau manifestasi yang kita anggap adalah medium yang tepat untuk suara-Nya.

Sebaliknya, Alkitab mencatat bahwa Tuhan berbicara lewat berbagai alat didunia ini. Suatu kali Ia berbicara lewat keledai kepada Bileam, kemudian Ia memilih guntur untuk berbicara kepada bangsa Israel. Ketika Ia berbicara dengan Musa, Ia memilih mulut mertua musa yaitu Yitro, bahkan angin sepoi-sepoi dipilih sebagai alat-Nya untuk nabi sebesar Elia mendengar suara-Nya. Ia juga berbicara lewat mimpi, bahkan kebisuan Zakharia ketika keluar dari ruang kudus berbicara kepada banyak imam yang menanti Zakharia diluar bait Allah.

Sesungguhnya, segala sesuatu di dunia ini baik itu jahat ataupun baik adalah alat-Nya. Tetapi tidak semua adalah hamba-Nya. Nabi Eli adalah nabi yang begitu jahat dimata Tuhan tetapi ia adalah alat-Nya untuk mendidik nabi Samuel. Sebenarnya, kunci yang paling mendasar untuk bisa mendengar suara Tuhan adalah kerendahan hati. Banyak orang yang tidak cukup rendah hati untuk bisa menghargai alat Tuhan. Mereka menganggap bahwa untuk orang lain bisa memberi nasihat kepadanya maka orang tersebut harus sempurna secara lahir dan batin. Mereka lebih memperhatikan apa yang menjadi media suara Tuhan daripada apa yang Tuhan katakan lewat media tersebut.

Hari ini pasti ada banyak hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, entah itu enak atau tidak. Ada banyak orang yang Tuhan tempatkan untuk berada disekitar kita walaupun kadang beberapa dari mereka sangat menyebalkan. Apapun yang kita lihat, kita rasa, dan kita dengar dalam hidup kita dan kita tahu jauh didalam dasar hati nurani kita bahwa itu bisa membawa kita menjadi pribadi yang lebih bertumbuh dihadapan-Nya, belajarlah cukup rendah hati untuk tahu bahwa itu adalah suara Tuhan dalam hidup kita.

Selamat mendengar suara Tuhan.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s