Menutup Mata

yoshitomo-nara-artwork-large-71637

Ketika kita mulai belajar untuk berdoa maka satu hal yang ditekankan adalah menutup mata. Menutup mata adalah satu hal yang dipercayai dapat membantu kita dalam berkonsentrasi. Seiring berjalannya waktu, masing-masing dari kita berdoa dengan gaya berbeda. Sebagian masih berpegang pada apa yang sudah mendasar yaitu menutup mata, sementara banyak juga yang membuka mata. Pertanyaannya adalah: “apakah kita perlu menutup mata saat berdoa?”

Sesungguhnya, ketika kita berdoa maka kita sedang berdiskusi dengan Allah. Doa adalah sebuah alat komunikasi 2 arah antara kita dengan Pencipta kita. Ketika kita sedang berkomunikasi dengan Allah, seringkali Allah berbicara tentang banyak hal dalam hidup kita terutama segala sesuatu terkait masa depan yang Ia rancangkan untuk setiap kita. Masalahnya adalah, keadaan biasanya sangat bertolak belakang dengan janji-Nya.

Menutup mata saat berdoa tidaklah terlalu penting. Menutup mata setelah berdoa adalah segala-galanya. Mata kita haruslah kita tutup terhadap semua keadaan yang sepertinya tidak sejalan dengan janji Tuhan. Ada waktu-waktu dalam hidup ini kita tidak mengerti apa alasan dari hal-hal yang membuat semuanya begitu sulit, begitu berat, dan begitu menyakitkan. Tutup matamu dan terus percaya.

Saya teringat tentang wanita buta yang menjuarai kompetisi masak terkenal di Amerika. Suatu saat dia pernah berkata kepada juri yang terkenal akan “tatapan mata yang sangat sadis” seperti ini: “Aku bersyukur aku tidak bisa melihat anda, sehingga aku dapat berkonsentrasi pada masakanku.” Juri tersebut hanya bisa terdiam dalam kekaguman. Hal yang sama berbanding lurus terhadap hidup kita, ketika mata dari masalah mulai memandang kita, tutup mata kita. Biarkan mata dari masalah memandang kita dalam kekaguman.

Untuk semua janji Tuhan dalam hidup kita, mari belajar percaya bahwa semua itu akan terjadi karena Ia yang berjanji adalah setia dan Ia tidak dapat mengingkari kesetiaan-Nya. Memasuki 2015, anugrahNya akan memampukan kita untuk menutup mata dari semua hal-hal yang dapat menghentikan langkah kita.

Selamat menutup mata.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s