Rumah Bersalin Terkenal

Kandang Domba

“dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Lukas 2 : 7 TB)

Kalau kamu berharap tulisan saya adalah mengenai daftar rumah sakit bersalin di jakarta, kamu salah, kamu bebas untuk berhenti membaca tulisan ini. Saya ingin menulis pesan natal yang Tuhan taruh di hati saya sejak minggu lalu.

Hampir seluruh manusia di bumi ini tahu bahwa tempat bersalin yang paling terkenal sampai hari ini tentulah bukan Mount Sinai Hospital di Amerika tempat para bintang-bintang dunia melahirkan anaknya, melainkan sebuah kandang tempat lahirnya bayi Yesus yang mungkin berbau karena banyak binatang tinggal disana. Ironi bukan? Satu tempat bintang dunia melahirkan, satu tempat binantang melahirkan. Kandang ini begitu terkenal, sampai Allah sendiri yang melakukan promosi lewat malaikat-Nya kepada para gembala dan bintang-Nya kepada orang-orang majus. Ribuan tahun telah berlalu tetapi tempat ini masih menjadi ikon terutama setiap bulan desember.

Pertanyaannya adalah: “Mengapa di sebuah kandang?” Mungkin ada yang berkata: “Karena Tuhan ingin menunjukkan arti dari rendah hati.” Ya, saya sepenuhnya setuju. Tetapi, penggalan ayat diatas menunjukkan bahwa ada usaha yang dilakukan oleh Yusuf dan Maria untuk melahirkan bayi Yesus di penginapan. Sayangnya, semuanya sudah penuh. Kalau saat itu ada satu ruang yang kosong di penginapan tersebut mungkin hari ini ceritanya berbeda. Mungkin nama penginapan tersebut akan menjadi sejarah sampai hari ini.

Alkitab mencatat bahwa seluruh manusia pulang ke kampungnya masing-masing karena ada survei yang dilakukan oleh Kaisar Agustus, sehingga mungkin secara tiba-tiba bisnis penginapan menjadi sangat menguntungkan karena banyaknya orang yang pulang ke kampung halaman. Akan tetapi, kalau pemilik penginapan tersebut mengetahui bahwa suatu hari nanti tempat Yesus dilahirkan akan dikenang sepanjang masa, maka mungkin mereka bukan saja menyediakan ruang kosong, melainkan mereka akan mengosongkan penginapan mereka untuk bayi Yesus.

Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita, seringkali bukan Yesus tidak mau lahir di hati kita melainkan hati kita sudah penuh. Ada banyak ambisi, rencana, keinginan, mimpi, hubungan, perasaaan, atau apapun di hati kita itu sehingga tidak ada ruang untuk Yesus lahir. Saat natal kali ini, coba cek hati kita, apakah penuh dengan bisnis demi keuntungan pribadi sehingga Tuhan tidak bisa lahir disitu, atau mungkin Tuhan hanya bisa lahir kalau sepertinya akan memberi ‘keuntungan’ kepada hidup kita.

Natal ini adalah saat yang baik untuk melepaskan apa yang Tuhan ingin lepaskan dalam hidup kita. Kosongkan hati kita untuk mempersiapkan kelahiran Tuhan segala tuhan, Raja segala raja. Suatu hari nanti, Tuhan akan angkat hidup kita begitu rupa karena Ia lahir  dan memerintah dalam hidup kita.

Selamat Natal,

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s