Istirahat

Rest

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:2 TB)

Terjemahan langsung dari versi NLT untuk ayat diatas berbunyi demikian:

“Tidak ada gunanya untuk kamu bekerja keras dari pagi-pagi buta sampai larut malam, bekerja begitu keras demi makanan yang akan dimakan, tetapi Tuhan memberikan ISTIRAHAT kepada yang dicintaiNya.” (Psalm 127 : 2 NLT)

Ketika saya mencoba mencermati ayat ini maka saya menemukan keanehan yang disampaikan oleh penulis mazmur ini. Apa hubungannya antara kerja untuk makan dan istirahat? Banyak tafsir yang menyebutkan bahwa ayat ini adalah sebuah teguran untuk orang-orang yang gila kerja. Bukankah ada ayat yang berbunyi: “Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”? Sementara pada ayat lain, Tuhan menggunakan semut untuk menjadi bahan pembelajaran. Tahukah anda bahwa semut bekerja siang dan malam tanpa henti untuk mengumpulkan makanan?

Menurut saya bukanlah kerja kerasnya yang menjadi masalah, karena memang kita harus bekerja keras, persaingan dalam dunia apapun yang Tuhan percayakan kepada kita tidak pernah mudah. Roh Kudus mengajar saya bahwa yang menjadi masalah bahwa seringkali orang berpikir bahwa hasil dari kerja keras adalah istirahat untuk jiwa mereka. Mengapa orang mengumpulkan begitu banyak uang bahkan beberapa sampai melakukan hal-hal yang mendukakan Tuhan? Mereka berpikir dengan uang banyak maka jiwa-nya akan bisa beristirahat atau istilah zaman sekarangnya financial freedom. Mengapa orang begitu ingin mencapai puncak kekuasaan? Banyak orang berpikir bahwa dengan menguasai semua maka jiwanya akan terbebas dari gangguan. Mengapa banyak orang begitu ingin dihormati? Karena sesungguhnya jiwa manusia haus akan pengakuan.

Kisah orang kaya yang bodoh di Lukas 12 adalah sebuah pembelajaran untuk kita semua. Tuhan tidak marah akan kekayaan dari hasil tanahnya, dan ketika orang tersebut membangun lumbung-lumbung untuk menimbun hartanya, Tuhan juga tidak mengirimkan petir untuk menyambar semuanya. Tetapi ketika orang kaya tersebut memerintahkan jiwanya untuk beristirahat dalam kekayaanya maka Tuhan marah. Istirahat untuk jiwa kita hanya ada didalam Tuhan. Uang, kekayaan, kehormatan, atau apapun itu memberikan istirahat untuk tubuh jasmani kita tetapi tidak untuk jiwa kita. Selama jiwa kita tidak tenang maka jiwa kita tidak akan bisa beristirahat. Daud dalam mazmurnya menulis: “hanya pada Allah saja aku tenang..” yang dalam terjemahan lain berbunyi: “jiwaku beristirahat dalam Tuhan..”

Apapun yang sedang kita kerjakan saat ini atau apapun yang ingin kita capai suatu saat nanti. Belajar untuk sadar bahwa itu bukanlah sebuah titik dimana jiwa kita dapat beristirahat. Jika jiwa kita bisa beristirahat itu bukanlah karena usaha atau jerih payah kita melainkan karena pemberian-Nya ketika kita diam dalam hadirat-Nya.

Selamat beristirahat.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s