Persiapan Mujizat

5 roti 2 ikan

Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. (Matius 6 : 38-39 TB)

Jika saya bertanya: “siapa yang mau mujizat?” Tentulah semua orang akan berlomba untuk mengangkat tangan. Sebaliknya, jika saya bertanya: “Siapa yang ingin masalah?” Semua pasti akan terdiam, padahal masalah adalah pintu gerbang mujizat. Tetapi tidak usah khawatir, kita pasti akan menerima mujizat karena masalah selalu ada walaupun tidak kita inginkan. Jadi, jika masalah selalu ada maka mujizat akan selalu ada.

Tahukah anda bahwa mujizat juga akan membawa masalah jika kita tidak bisa menampung mujizat tersebut? Sebagai contoh, suatu ketika murid-murid Tuhan mendapatkan mujizat berupa tangkapan dalam jumlah yang besar. Apa yang terjadi setelah mujizat itu? Jala mereka mulai koyak. Disaat yang lain, Tuhan berjalan diatas air untk mendatangi murid-muridNya yang sedang terjebak dalam angin sakal, kelanjutan ceritanya adalah murid-muridNya mengalami ‘gangguan penglihatan’ sehingga mereka berkata: “itu hantu!” Apa yang salah? Kesalahannya terletak pada sebuah hal sederhana yang bernama PERSIAPAN. Jangan lupa, minyak dalam buli-buli seorang janda berhenti ketika bejana sudah habis. Betapa pentingnya persiapan dalam menerima mujizat.

Seringkali mujizat itu lewat begitu saja dan terkadang malah menyebabkan kehancuran baru karena tidak ada persiapan. Penggalan ayat diatas diawali dengan sebuah persembahan seorang anak kecil yang berupa 5 roti dan 2 ikan. Seringkali pengajaran mengenai perikop ini adalah sebatas: “apa yang ada pada kita merupakan kunci mujizat. ” Ya saya sepenuhnya setuju, tetapi coba perhatikan apa yang Yesus lakukan. Ia menyuruh murid-muridNya untuk mengatur orang banyak itu dalam kelompok-kelompok. Sekarang bayangkan 5000 orang kelaparan berebut roti dari tangan Tuhan. Mungkin ada ayat yang baru di alkitab yang mengatakan “Lalu tercakarlah Tuhan, dan beberapa helai rambutNya rontok karena dijambak orang-orang yang lapar” Hal ini sangat mungkin terjadi karena mereka lapar dan pasti mereka akan sangat penasaran tentang rasa roti yang langsung datang dari tangan ajaib.

Kalau hari ini hidup kita seperti menantikan mujizat yang tak kunjung datang, mungkin memang Tuhan menunggu kita untuk siap. Seringkali kita merasa bukan hanya 5 roti 2 ikan sudah dipersembahkan, melainkan 7 roti dan 4 ikan dan mungkin memang benar. Banyak orang berpikir tentang cara mempercepat mujizat terjadi padahal Tuhan concern mengenai persiapan dalam menerima mujizat . Persiapan selalu berbicara mengenai keteraturan, mungkin kita memberi persembahan tetapi hidup kita tidak teratur, baca alkitab semaunya, berdoa semaunya, hidup semaunya, ngomong semaunya, dan apapun semaunya. Apakah Tuhan jahat dengan menuntut kita? Tidak sama sekali! Karena Tuhan ingin mujizatnya lewat hidup kita bukan hanya sekedar memberi makan 5000 orang melainkan menyisakan 12 bakul. 5000 orang berbicara mengenai kebutuhan, 12 bakul berbicara mengenai kelimpahan.

Bayangkan!!! Seandainya janda miskin itu mempunyai waktu yang cukup untuk mengumpulkan bejana dari seluruh Israel, maka minyak dari buli-buli bukan hanya cukup untuk membayar hutang dan memberikan hidup dari sekedar sisa, melainkan hidup dalam kelimpahan ilahi.

Bagaimana dengan persiapanmu?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s