Jangan Memilih

Dont Vote

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (Yesaya 55 : 8 TB)

Hari itu dari sebuah panggung seorang hamba Tuhan besar menceritakan sekelumit dari pergumulan yang sedang dia hadapi. Terhadap pergumulan itu, Tuhan memberi hamba Tuhan itu kebebasan untuk memilih opsi A atau B sebagai jalan keluar. Dengan penuh keyakinan, ia memilih salah 1 dari opsi tersebut (yang tentunya secara manusia dianggap baik). Opsi itu disetujui Tuhan dan Tuhan berjanji bahwa Ia akan memberi jalan keluar dengan cara yang sesuai dengan pilihan dari hamba Tuhan itu.

Apakah salah? Sama sekali tidak! Kedewasaan dalam kekristenan bukanlah masalah salah atau tidak salah. Tetapi, saya sejujurnya sedikit terganggu. Saya mencoba memposisikan diri saya sebagai hamba Tuhan tersebut. Menghadapi masalah yang luar biasa sulit dan ditawari Tuhan pilihan. Apa yang akan saya pilih? Menurut saya, adalah lebih baik untuk tidak memilih ketika Tuhan memberikan kita sebuah pilihan.

Terkesan sangat pasif bukan? Tidak sama sekali! Jika saya adalah hamba Tuhan tersebut, saya akan memilih Tuhan dengan cara meminta Tuhan yang memilihkan untuk saya. Ketika menghadapi pilihan yang sulit ataupun yang terkesan ‘sangat mudah’, belajar untuk bertanya akan pilihan Tuhan.

Abraham bergumul begitu hebat dengan Lot yang berujung pada perpisahan. Abraham membiarkan Tuhan yang memilih bagi-nya dengan cara mengijinkan Lot untuk memilih terlebih dahulu. Musa menghadapi pilihan antara Tuhan atau tanah perjanjian, ia memilih Tuhan. Daud menghadapi 3 pilihan sulit sebagai konsekuensi dari dosanya menghitung pasukan Israel. Ia membiarkan Tuhan yang memilih baginya. Hal yang sama juga dialami Yesus di getsemani, Ia membiarkan BapaNya yang memilih.

Lalu bagaimana kita tahu bahwa itu pilihan yang Tuhan pilihkan bagi kita? Sederhana sekali, semuanya kembali lagi ke hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Sesungguhnya, setiap tindakan ataupun pilihan kita pada akhir daripada akhir zaman ini sangatlah menentukan. Ketika kita harus memilih, belajar tanya untuk apa yang menjadi pilihan Tuhan. Tuhan mengetahui ujung dari segala sesuatu, sedangkan kita tidak. Lot memilih suatu daerah yang ‘seperti’ taman Tuhan, ujungnya binasa. Abraham memilih ‘sisa’ yang buruk dari pilihan yang ada, tetapi ujungnya ia menjadi bapa segala bangsa.

Lebih baik terlihat salah tetapi bersama Tuhan, dibanding merasa benar tetapi tanpa Tuhan.

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s