Itu Belum Jatahmu

Sauls Armor

Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya. (1 Samuel 17 : 38 – 39 TB)

Ayat diatas adalah sebuah narasi kecil antara Daud dan raja Saul yang terjadi tepat sebelum Daud memasuki medan pertempuran. Saul begitu khawatir akan kemampuan Daud dibanding Goliat. Tetapi di sisi lain, Saul tidak punya pilihan. Saul-pun memberikan baju zirahnya, Daud mencoba, tetapi kemudian Daud memutuskan untuk menanggalkannya.

Dalam kehidupan seringkali kita berhadapan dengan goliat demi goliat berupa masalah, tantangan, ketergantungan, atau apapun itu yang berdiri diantara kita dan tujuan Tuhan bagi hidup kita. Dalam menghadapi Goliat, seringkali kita berharap memiliki urapan/kemampuan/karunia tertentu yang orang lain miliki.

Ada orang yang harus berjuang melawan hujan dan angin diatas motor ketika ia harus pergi pelayanan, lalu mereka mulai berpikir “seandainya aku punya mobil”, ada orang yang begitu miskin padahal sudah ikut Tuhan dengan luar biasa, lalu terjebak dengan pikiran “seandainya aku kaya”. Ada rumah tangga yang bertengkar karena tidak ada anak, lalu mereka berpikir “seandainya kami punya anak”. Ketika kita diminta untuk mendoakan orang sakit, kita berpikir “seandainya, aku memiliki karunia kesembuhan”.

Hari itu, jika Daud maju dengan baju zirah Saul, mungkin ia akan mati konyol di tangan Goliat. Baju itu terlalu berat untuk Daud, dan Goliat bukanlah musuh yang baik untuk dihadapi dari jarak dekat. Selama Daud bersama dengan Tuhan ataupun selama Daud tetap berada didalam jalur rencana Tuhan, sesungguhnya Tuhan-lah yang menjadi alasan kemenangan-kemenangan Daud. Mungkin kalau kita punya mobil, kita akan sibuk dengan urusan pribadi, bukan pelayanan, mungkin kalau kita memiliki karunia kesembuhan, kita tidak mau pergi mendoakan, melainkan berharap yang sakit mendatangi kita.

Banyak juga yang berpendapat bahwa kita tidak butuh berkat atau karunia yang orang lain miliki, sama seperti Daud tidak perlu baju zirah Saul. Saya tidak setuju. Daud pun pada akhirnya memiliki baju zirah dan pembawa senjata. Kita perlu!! Tetapi, Tuhan akan memberikannya ketika kita sudah siap, sehingga yang Ia berikan tidak menjadi beban bagi kita, sama seperti baju zirah Saul bagi Daud. Mari jadi orang yang percaya bahwa apapun yang kita hadapi, selama Tuhan bersama kita, maka apapun yang ada pada kita akan menjadi senjata mematikan bagi musuh kita.
Selamat menghadapi masalah.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s