Jurnal di Israel (part 3)

09 Oktober 2014

Hari ini kami check out dari hotel kami. Kami bersiap untuk pindah ke nazaret. Saya mulai terbiasa dengan sarapan ala Israel. Inti dari sarapannya adalah buatlah subway dengan roti pita yang tersedia. Masukkan scrambled egg, ham/sausage, keju, seluruh salad yang ada, tambahkan garam dan merica secukupnya. Jangan lupa untuk mencocol subway buatan sendiri ini  ke hummus (bukan lapisan tanah yang subur melainkan dressing yang terbuat dari kacang). Untuk penutup, makanlah 2 telor rebus dan keju tambahan. Terlihat rakus bukan ? tidak kok, karena memang perjalananannya melelahkan.

Breakfast (2)   Breakfast (5) Breakfast (6)Breakfast (3)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Perhentian pertama kami kali ini adalah,

1. Sumur Yakub

Nablus-86191?????????????????????????????????

church-of-jacobs-well-well-cropIMG_3761

jacobs-well7982ecb73a0a5bf7921e9c41eff8bf13

Menurut tour guide, tidak banyak travel yang menyertakan sumur yakub sebagai bagian dari perjalanan.  Saya bersyukur diberi kesempatan untuk bisa melihat sumur Yakub (sekali lagi, hampir seluruh tempat ziarah di Israel disertai azas kemungkinan). Sumur ini juga adalah sumur yang sama dengan tempat dimana Yesus menginjili perempuan dari samaria ketika Ia sedang beristirahat. Di sumur ini saya berdoa supaya dari dalam hidup saya terus mengalir air kehidupan yang terus-menerus menjadi berkat bagi banyak orang lain. Hampir semua peserta menimba air dari sumur ini, dan disini saya melihat ‘orang aneh’ dari rombongan kami, sementara yang lain minum, cuci muka, dsb, ia menggarami dan meneteskan minyak secara diam-diam. Saya bingung sambil tertawa dalam hati, tetapi sebetulnya rasa penasaran saya bangkit. Saya ingin punya apa yang dia punya. Untuk bisa berkembang, kita harus memiliki sikap ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).

2. Gunung Tabor & Lembah Armagedon

8679_2013.7.22_Mt Tabor mount-tabor-basilica-of-transfiguration-interior-tb032904197 taborTransfigurationChurchValleyArmageddon

Gunung Tabor adalah gunung dimana Yesus bertransfigurasi menggunakan tubuh kemuliaan, ditempat yang sama kita bisa melihat lembah armagedon (lembah yang disebutkan di kitab wahyu akan menjadi tempat pertempuran di akhir zaman). Disini rombongan kita duduk sebentar dan menyanyikan beberapa lagu, kakak saya didaulat menjadi song leader dadakan. Selesai menyanyi dan berdoa, rombongan kami dibebaskan untuk melihat gereja yang ada. Apa yang saya kerjakan disini ? tidak ada!! karena pendeta duduk dibawah pohon rindang (belakangan saya tahu, bahwa ia sedang berdiskusi dengan Tuhan mengenai apa yang Tuhan ingin siapkan buat kita semua ketika nanti sampai di kana), saya ikut-ikutan saja duduk didekat pendeta. Saya pengen punya penglihatan seperti dia. Pengen banget!.

3. Kana

wedding-church-in-canacontainers-of-water-at-cana

Perhentian berikutnya adalah di Kana, disini pendeta menyampaikan pesan Tuhan yaitu kalau kita bergerak dalam ketaataan, walaupun seolah-olah waktu mujizat kita belum kita tiba, Tuhan yang akan mempercepat Kairos-Nya. Konon katanya, gereja ini adalah gereja ratapan bagi para manusia-manusia single. Bagaimana tidak ? semua yang nikah diteguhkan kembali janji nikahnya, yang single melongo dalam hadirat-Nya hahaha. Tetapi, Tuhan tetap Tuhan yang baik, lewat hamba-Nya Ia berfirman bahwa semua yang hadir disitu mendapatkan urapan dari Tuhan (urapannya apa, saya juga lupa 😀 ). Di gereja ini saya yang mengiringi karena ‘carlos santana’ dari group kita ikut diteguhkan (biar skill gitar dibawah rata-rata tetapi sudah pernah pelayanan di kana #edisisombong #sombongdalamanugrah-Nya). Usut punya usut, ternyata menurut pendeta suara gitar saya tidak terdengar sampai depan hahahaha. Maklum saya duduk dibelakang, tidak apa-apa yang penting di kana :). Kalau teman-teman ingin menikah dengan budget terbatas, pergilah ke kana. Disini sudah stand-by videographer dengan biaya 15 $. Hasilnya ? gak penting!!, yang penting di Kana!

Kami bermalam di hotel Rimonim di Nazareth, hotel yang sudah sedikit agak tua tapi cukuplah untuk merengangkan otot-otot fisik yang lelah. Pada awalnya saya ditempatkan dikamar 213 (kalau saya tidak salah) tetapi karena kamarnya agak sedikit lembab, saya minta dipindahkan ke kamar baru. Kamar baru berada di lantai 3 dengan nomor kamar 320 (3 + 2 + 0 = 5). Sekali lagi, 5 angka anugrah :). Kami menikmati makan malam di hotel, saya duduk semeja dengan pria ‘aneh’ di sumur yakub yang saya temui, saya banyak mendengarkan dia berbicara mengenai peperangan rohani dengan kesimpulan yang bernama ‘ketepatan’. Apa dan bagaimana ? nanti saya tuliskan di tempat lain.

Berlanjut…

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s