Jurnal di Israel (part 2)

08 Oktober 2014

Perjalanan kami dimulai. Saya bersyukur mendapatkan tour guide yang merupakan orang kristen. Cara pandang dan cara menjelaskan dia bukan dititikberatkan pada sejarah melainkan apa yang menjadi sudut pandang alkitab pada setiap tempat. Dia mengatakan, hampir tidak ada yang pasti mengenai tempat-tempat yang ada di Israel karena Israel sudah 2 kali hancur dan 50 kali lebih diduduki oleh bangsa asing.

Berikut adalah beberapa tempat yang kami kunjungi pada hari ini :

1. Gereja Padang Gembala

SHEPERD 1 SHEPERD 2

Tempat ini adalah tempat dimana para gembala menerima berita kelahiran Yesus dari malaikat. Di gereja ini kami semua mendapatkan pesan Tuhan dari Pendeta pembimbing bahwa seringkali berita kesalamatan itu membuat kita takut pada awalanya. Itulah mengapa malaikat-Nya berkata kepada para gembala “jangan takut”.

2. Tempat Souvenir

Saya tidak punya gambar dari toko ini. Tetapi, menurut teman-teman yang sudah beberapa kali ke israel, toko ini adalah toko wajib bagi orang-orang yang sedang berkunjung ke Israel. Di toko ini saya ingin belanja untuk oleh-oleh, karena saya belum pernah ke israel saya berdiskusi dengan seorang ibu yang sudah cukup berumur dan sudah 2 kali ke Israel. Atas dasar pengalamannya itulah saya ingin meminta pendapat dia, saya ingat sekali, saya bertanya kepada dia “Tante, tante beli apa saja ? saya mau tau dong barangnya.” Tanpa disangka-sangka, jawabannya sangat menggoncangkan iman. Ia menjawab “Kamu kesini tujuan -mu apa ? memangnya buat belanja-belanja ? apa mandat Tuhan buat kamu disini ?”. Saya melongo. Detik itu saya tahu bahwa saya dilepaskan dari roh belanja (maaf yah teman-teman yang tidak saya kasih oleh-oleh 🙂 ).

3.  Gereja Kelahiran Yesus

???????????????????????????????

Setelah selesai dari souvenir, kita menuju tempat kelahiran Yesus. Group kita beruntung karena sudah tiba pada pagi hari, jadi tidak terlalu ramai. Seingat saya, ketika kami meninggalkan tempat ini sudah banyak rombongan dari berbagai tour yang mengantri masuk ketempat ini. Pintu masuk ini gereja ini sangat kecil sehingga kita harus menunduk untuk masuk, hal ini disebabkan pada zaman dahulu orang sering masuk ke gereja ini beserta dengan unta-nya sehingga dibuatlah pintu kecil agar unta ataupun hewan lain tidak masuk.

church-of-the-nativityBethlehem-Church-of-Nativity-interior,-tb102603436-bibleplaces

Memasuki tempat ini atmosfirnya kelam, saya sendiri agak heran (tetapi tidak menyalahakan apalagi mengutuk) karena begitu banyak orang menciumi titik dimana diyakini adalah tempat Yesus dilahirkan. Setiap pagi dari jam 7-9 ditempat ini diadakan kebaktian. Anehnya, menurut saya tidak ada hadirat Tuhan disini.

Pilgrims+Head+Church+Nativity+Ahead+Christmas+NXndCg3A_ojl

Ditempat ini Roh Kudus berkata kepada saya “Bethlehem dulu adalah tempat kelahiran Yesus dan tetapi ada masa dimana Yesus diangkat dari dunia. Setelah itu semua yang tersisa hanyalah uang dari bisnis ziarah, tidak ada lagi gelora cinta dan bahagia yang dirasakan oleh gembala dan orang-orang majus. Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Jangan pernah biarkan Yesus terangkat dari hidup kita, pastikan Dia tetap tinggal dan menjadi Raja atas hidup kita. Bahkan kita melakukan kebaktian setiap haripun jika hadiratNya tidak ada maka semuanya sia-sia”.

4. Bukit Zaitun

??????????????? dsc03439

Perjalanan ke bukit zaitun sedikit melelahkan karena harus ditempuh dengan berjalan kaki serta jalanan yang agak curam. Disinilah terletak kuburan nabi malekhi dan hagai, dan untuk membeli tanah kuburan berukuran 2×1 meter disini berarti harus merogoh kocek 100 MILYAR (ya 100 Milyar!!) karena mereka percaya siapapun yang dikuburkan disni akan dibangkitkan dan diangkat pada hari penghakiman. Dulu Tuhan Yesus sering tinggal disini untuk menghindari orang-orang yahudi karena kuburan adalah tempat najis bagi mereka.

Picture1

Rombongan kami mengambil foto dengan latar belakang dome of the rock. Beberapa dari kami terus-menerus deklarasi untuk pertobatan bagi Israel. Ketika saya sedang balik menuju ke bus, saya melihat bahwa pendeta kami dengan beberapa orang sedang berdoa di satu tempat, saya segera bergabung (belakangan saya tahu, pendeta tersebut berada ditempat tersebut karena hanya ingin melihat beberapa orang dari rombongan kami yang sedang berfoto, tetapi tiba-tiba dia diperintahkan Tuhan untuk berdoa ditempat itu). Kita berdoa dan terus-menerus deklarasi akan keselamatan bagi bangsa Israel. Ditengah doa, dia melihat langit terbuka dan Tuhan turun dengan bala tentara-Nya beserta kereta kuda-Nya lalu Tuhan berfirman “Urapi semua orang yang ikut berdoa dengan kamu ditemapat ini, Aku mau beri jaminan bahwa Aku akan mengingat mereka ketika Aku datang untuk kedua kalinya”. Saya terima dengan kuat urapan tersebut. Saya berdoa semua teman-teman yang membaca tulisan saya ini juga menerima urapan yang sama.

5. Taman Getsemani

3BBC3844-3C76-4A82-9688-83AEB8AE2FA4-380-0000001378FCF71F

Kami berpindah lokasi ke sebuah taman yang terkenal di Alkitab. Taman ini bukan terkenal karena keindahannya melainkan kesedihan yang begitu mendalam yang dialami oleh Tuhan Yesus ketika harus menghadapi detik-detik kematian-Nya. Banyak turis ditempat ini yang tertawa dan penuh kegirangan, mereka mengambil foto dengan berbagai sudut sehingga mendapatkan hasil yang terbaik menurut mereka (saya tidak menyalahkan mereka). Ditempat ini saya duduk dalam perenungan dan mencoba merasakan apa yang Yesus rasakan ketika Ia berkeringat darah. Sejujurnya saya tidak bisa merasakan sedikitpun dari apa yang Dia rasakan pada saat itu, karena seandaiNya saya bisa pastilah saya sudah mati.

6. Tembok Ratapan

wailing-wall-at-night-jerusalem

Tembok ratapan adalah tempat meratap buat saya. Karena para perempuan disana cantik-cantik, sementara mereka semua meratap, saya sibuk cuci mata dan menikmati ciptaan Tuhan yang sempurna dan mulus. Tuhan, betapa Engkau mengasihi bangsa Israel sehingga begitu banyak manusia sempurna dari tampak luarnya hehehehe. Setelah itu saya ikut berdoa ditembok ratapan dan mendeklarasikan bahwa setiap ratapan-ratapan palsu yang bukan dari Tuhan harus pergi dari bangsa Israel.

7. Tempat kenaikan Yesus.

11853714205_d01f90c8c6_o124356683.64TEYFmV.JerusalemMay101124

Disini adalah tempat yang diyakini tempat Yesus terangkat. Ada jejak kaki yang dipercaya sebagai jejak Yesus. Setelah selesai dijelaskan mengenai tempat ini, kami bersiap-siap untuk melakukan peperangan rohani disini, karena malam ini adalah malam tejadinya “Blood Moon”. Kami berperang dengan hebat (Tuhan yang memampukan), ditengah-tengah peperangan pendeta pembibing berkata “Kerjakan apapun yang Tuhan ingin kalian kerjakan”. Sebagian menyembah, berbahasa lidah, deklarasi, menari dan berbagai hal yang lain. Kami deklarasi buat bangsa Indonesia dan bangsa Israel agar semua rencana Tuhan yang jadi buat bangsa Indonesia maupun bangsa Israel. Saya sendiri digerakan Tuhan untuk mengitari tempat ini selama 7 kali sambil terus berbahasa roh dan masuk kembali kedalam untuk melihat persembahan yang diletakkan disamping jejak kaki Yesus, Tuhan berkata “lihat pecahan uang yang paling besar, berikan pecahan yang lebih besar dari pecahan tersebut”. Saya dimampukan untuk taat. Semua kami mengerjakan bagian kami dengan kuat. Persis disebelah tempat kami berdoa, terdapat tempat ibadah dari saudara sepupu yang juga beribadah menyambut gerhana. Karena mereka menggunakan pengeras suara, maka peperangan kami sangat terganggu. Tetapi, Tuhan membela kami. Tanpa disangka-sangka baru 2 menit digunakan tiba-tiba pengeras suara mereka rusak sehingga kami dapat berperang dengan kuat. Belakangan kami diberitahu oleh seorang bapak yang menunggu di bus bahwa selama kami berperang botol-botol minum yang kami tinggal di bus jatuh dengan tidak normal karena seperti ada yang membanting. Bapak ini menunggu di bus karena sudah cukup tua dan tidak kuat secara fisik untuk bergabung dengan kami. Siapa yang mebanting botol-botol minum kami sehingga membuat bapak dan supir kaget? entahlah, yang penting kami menang besar pada hari itu. Tuhan pun menurunkan hujan sesaat.

Kami semua pulang dengan perasaan bahagia dan siap untuk esok hari.

Berlanjut..

 

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s