Financial Freedom

financial_freedom

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. (Markus 10 : 21-22 TB)

Kemarin sore saya cukup kaget ketika membaca artikel mengenai kebangkrutan dari seorang yang dikenal sebagai bapak financial freedom dunia. Saya tidak mencari tahu kebenaran mengenai berita tersebut lebih lanjut. Saya tidak tertarik. Tetapi, topik financial freedom adalah sesuatu yang begitu banyak dijual dimana-mana. Sesuatu yang tampaknya menjadi impian hampir setiap manusia. Mari lihat dari sudut pandang Allah mengenai topik ini.

Pada umumnya, financial freedom diartikan sebagai suatu kondisi dimana adalah kita mempunyai sejumlah uang (biasanya dalam jumlah yang sangat banyak) dan kita tidak perlu lagi bekerja untuk kita, dan bahkan uang yang bekerja untuk kita. Semakin banyak, semakin baik. Sejujurnya terhadap pemahaman ini saya tidak setuju. Sebelum membahas financial freedom, mari membahas apa definisi dari kata freedom atau merdeka. Kata merdeka di kamus diartikan :

1. Bebas

2. Tidak terikat

3. Tidak bergantung kepada pihak tertentu

Ketika bangsa Indonesia merdeka, maka sebetulnya bangsa ini sedang berkata kepada penjajah bahwa “Kami mau membangun bangsa kami sendiri tanpa campur tangan bangsa lain”. Bangsa kita juga menyatakan kepada dunia bahwa ada atau tidak bangsa lain bukan menjadi prioritas dalam pembangunan bangsa ini. Hal ini sangat bertolak belakang dengan financial freedom yang dunia tawarkan. Semakin banyak uang semakin bebas. Sebenarnya kita bukan bebas secara keuangan melainkan bebas secara kemauan. Bebas melakukan apapun sesuai hati kita yang biasanya berujung akan kehancuran.

Financial freedom harusnya diartikan bahwa kalaupun ada masa seluruh uang kita pergi dari hidup kita, kita tetap bisa melanjutkan hidup kita. Ketika bangsa Indonesia merdeka, maka tidak ada tangisan dari para pemimpin akan kepergian para penjajah. Dalam kebangkrutannya Ayub teruji bahwa ia adalah contoh nyata orang yang mengalami financial freedom.

Lalu bagaimana mencapai financial freedom ? sederhana sekali cukup menghamba kepada Yesus. Tuhan tidak pernah membandingkan diri-Nya dengan Iblis melainkan dengan uang. Anak muda yang kaya di alkitab dihadapkan pada 2 pilihan :

1. Jual seluruh harta ikut Tuhan

2. Jual Tuhan ikut harta

Semua kita tahu bahwa akhirnya ia menjual Tuhan. Sedih. Tapi bukankah itu godaan sehari-hari dalam hidup kita. Percayalah, Salomo dengan kekayaanya tidak mengalami financial freedom karena Ia jual Tuhannya untuk apa yang uangnya bisa lakukan. Sesungguhnya, hanya dengan menghamba kepada Tuhan kita akan mengalami financial freedom yang sejati. Tuhan menjanjikan kepada kita hidup berlimpah-limpah bukan financial freedom, karena financial freedom adalah keputusan kita saat setiap saat.

Apakah kamu mengalami financial freedom ?

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s