Terang

Light

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5 : 16 TB)

Pagi ini saya ingin sekali menulis sesuatu tetapi tidak ada ide atau semacam pencerahan yang saya bisa tuangkan untuk bisa dituangkan dalam blog saya. Namun, setelah saya selesai men-charge handphone, Roh Kudus memimpin saya untuk melihat sesuatu yang agak berbeda di handphone saya. Kemarin adalah saat dimana batere handphone saya habis dalam kurun waktu 5 jam semenjak diisi, hal ini sangat tidak lazim karena biasanya saya mengisi baterei setiap 10 jam.

Batere saya tidak bocor dan berfungsi dengan baik. Tiba-tiba saya menyadari bahwa kemarin saya mengatur “brightness” handphone begitu terang karena sempat berada di ruang kurang cahaya, dan setelah selesai dari ruangan tersebut saya lupa mengembalikannya ke tingkat biasanya. Sebagai akibatnya, konsumsi baterei dihandphone saya begitu boros. Ketika baterei handphone saya habis, baterei handphone saya tidak bisa mengisi sendiri, melainkan harus terkoneksi dengan sumber tenaga untuk bisa hidup kembali.

Prinsip yang sama juga harus kita pahami sebagai orang kristen. Menjadi terang yang tetap bagi dunia mengharuskan kita untuk terus terkoneksi dengan sumber kelistrikan yang ilahi yaitu Allah sendiri. Betapa sering kita mendengar cerita tragis dari orang-orang yang dulunya pernah begitu “bercahaya” namun sekarang seolah mati tanpa bekas. Pada saat terang mereka mulai terlihat mereka lupa untuk tetap terkoneksi dengan Allah dan mereka berpikir bahwa terangnya akan abadi. Ketika terang kita mulai meredup atau bahkan mati itulah saat bagi Iblis untuk mulai menipu kita bahwa sudah tidak ada harapan untuk bisa kembali bercahaya. BOHONG. Terkoneksilah dengan Allah dan lihatlah bahwa terangmu akan kembali bersinar.

Pada hakekatnya setiap dari kita memiliki kemampuan untuk bercahaya di dalam kita, tetapi hanya dengan terkoneksi dengan Allah-lah maka terang itu akan terlihat. Jika kita menyadari bahwa hidup kita makin lama makin terang maka sadarilah bahwa kita harus makin sering terkoneksi dengan Allah jika tidak maka batere hidup kita akan segera habis.

Siap menjadi terang ?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s