Masa Percepatan

Acceleration

Ia berkata kepada mereka “Kamu tidak perlu tahu mengenai waktu, waktu adalah urusan Bapa. Apa yang akan kamu dapatkan adalah Roh Kudus. Dan ketika Roh Kudus turun keatasmu, kamu akan mampu menjadi saksiKu di Yerusalem, seluruh Yudea dan Samaria, dan bahkan sampai ke ujung-ujung bumi” (Kis 1 : 7 – 8 THE MSG)

Semua kita setuju bahwa jargon “masa percepatan” sudah menjadi hal yang biasa mondar-mandir di telinga kita akhir-akhir ini. Tetapi ironinya adalah seringkali keadaan kita bertolak belakang dengan apa yang kita harapkan dari “masa percepatan” yang Tuhan sudah janjikan di hidup kita. Hidup malah semakin gelap, tanda tanya semakin besar dan pada akhirnya kita akan bertanya “salah siapa ?” jawabannya “tidak ada yang salah”.

Karena kegagalannya untuk taat, Tuhan memotong kerajaan Saul dari Israel dan mempercepat langkah nabi Samuel untuk mengurapi Daud menjadi raja. Karena ketakutannya akan Izebel, Elia dipanggil pulang oleh Allah dan Allah mempercepat Elisa untuk menjadi nabi Allah bagi Israel. Pertanyaanya ? apa yang 2 tokoh alkitab itu dapatkan setelah “masa percepatan” ? Daud menghadapi tahun-tahun padang gurun, sedangkan Alkitab tidak mencatat apapun mengenai Elisa setelah Ia harus meninggalkan keluarganya demi Elia. Satu hal yang pasti, ujian apapun yang mereka lewati, mereka melewatinya dengan luar biasa.

Mereka semua mengalami “masa percepatan” yang berarti bahwa masa ujiannya dipercepat, masa pencobaannya dipercepat, masa tantangan dipercepat, masa kesulitan dipercepat demi menyelesaikan panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Jika seorang murid menghadapi ujian, ada dua makna dari istilah “dipercepat”. Pertama, waktu untuk menyelesaikan ujian mungkin dipercepat dari 2 jam menjadi 1 jam, tetapi mungkin juga itu berarti tanggal ujiannya dipercepat dari minggu depan menjadi besok.

Kita tidak perlu tahu kapan penggenapan “masa percepatan” yang Tuhan janjikan dalam hidup kita. Tetapi, Tuhan menjanjikan Roh Kudus yang merupakan penolong dan penghibur kita, sehingga dimanapun kita berada, baik itu di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan bahkan sampai diujung bumi, kita akan mampu menjadi saksi Tuhan dalam setiap ujian yang harus kita lewati dalam “masa percepatan” kita.

Siap memasuki percepatan ?

Cheerss,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s