Ketika Yang Kuat Gagal

sadrach-mesach-abednego

“Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas.” (Daniel 3 : 22 TB)

Dalam hidup ini ada banyak prinsip yang mengikat semua manusia tanpa terkecuali. Salah satu dari prinsip tersebut berbunyi “diatas langit masih ada langit”. Prinsip tersebut berdiri sejajar dengan prinsip gravitasi bumi yang memastikan semua orang akan terjatuh kearah bawah. Dalam setiap kelebihan yang kita punya pastilah ada pribadi lain dunia ini dengan kelebihan yang sama namun bedanya dia “lebih” daripada kita.

Perikop lengkap ayat diatas menceritakan sebuah kisah dimana 3 manusia bernama Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadapi perapian yang menyala karena mereka menolak perintah raja Nebukadnezar untuk menyembah patung. Cerita ini menyelipkan satu momen dimana raja memerintahkan tentaranya yang memiliki kekuatan diatas rata-rata untuk memanaskan perapian sampai 7 kali lipat. Karena panasnya api tersebut, nyawa para tentara raja melayang.

Seringkali, kisah cerita hidup kita memaksa kita untuk melewati perapian yang sangat panas. Mungkin itu masalah, ketergantungan, hutang, kegagalan, dan masih banyak lainnya. Perapian itu terlihat begitu panas karena orang-orang yang kita anggap lebih kuat dari kita kalah atau bahkan mati di area tersebut. Betapa sering kita mendengar berita bahwa pendeta,pelayan Tuhan, dan aktifis gereja yang kita anggap jauh lebih dewasa dan intim dengan Tuhan daripada kita jatuh di area yang juga kita hadapi dalam cerita hidup kita.

Percayalah, hal terbodoh yang kita lakukan adalah menghakimi mereka. Kalau pengadilan berhenti mengadili orang yang sudah mati, maka orang kristen seringkali menghukum orang yang sudah “mati”. Satu-satunya alasan mereka semua yang “lebih” daripada kita mengalami kematian adalah mereka lupa memasuki perapian tersebut bersama dengan Tuhan. Tariklah suatu pelajaran berharga bahwa apapun perapian dalam hidup kita yang kita anggap sangat panas dan bahkan orang-orang yang kita anggap “lebih” pun mati di area tersebut dapat kita lewati asal kita melewati api tersebut bersama dengan Tuhan.

Siap masuk perapian ?

 

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s