Turunlah Zakheus!

Zakheus

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”(Lukas 19 : 5 TB)

Injil Lukas adalah satu-satunya injil yang menceritakan kisah Zakheus, hal ini menjadi sangat menarik karena banyak ahli Alkitab meyakini bahwa Lukas adalah seorang terpelajar dan berprofesi sebagai seorang dokter. Mengapa hanya Lukas yang mendapat ilham dari Roh Kudus untuk menceritakan kisah perjumpaaan spektakuler ini ? karena Lukas sama seperti kebanyakan kita yang adalah orang-orang “terdidik”.

Tuhan mengajarkan saya bahwa dalam sudut pandang keinginan kita melihat Tuhan, seringkali sebagai orang yang “terdidik”, kita ingin melihat Tuhan dari “ketinggian” tertentu. Kita ingin melihat Tuhan di puncak kesuksesan, puncak ketenaran, atau mungkin di puncak impian kita. Apakah salah ? sama sekali tidak karena saya yakin betul Tuhan bisa terlihat jelas disana. Kalau kita perhatikan banyak pidato kesuksesan yang mengandung sebuah pesan bahwa semuanya menjadi mungkin karena ada Tuhan, yang berarti bahwa Tuhan bisa terlihat jelas di “puncak”.

Tetapi ayat diatas menjelaskan bahwa ada satu keinginan dari Yesus untuk Zakheus “turun”. Mengapa ? karena akan sangat sulit buat zakheus untuk berbicara dari hati ke hati dengan Tuhan jika Ia tetap diatas pohon. Hal yang sama berlaku untuk kita, akan ada suatu sukacita ketika kita “turun” dan sadar bahwa dalam posisi apapun di hidup kita, Ia adalah Tuhan yang terlihat.

Saya bukan anti kesuksesan, saya sangat ingin sukses dan berharap anda semua sukses dalam hidup ini tetapi janganlah menunggu kesuksesan datang baru kita bisa melihat Tuhan. Semakin kita sukses semakin lebar pandang sudut pandang kita, maka belum tentu kita melihat Tuhan, mungkin kita akan melihat kesuksesan lain lagi yang harus diraih untuk melihat Tuhan, itulah mengapa banyak orang sukses tidak bisa melihat Yesus dan malah hidup kesepian sehingga tidak sedikit yang bunuh diri.

Mulai saat ini belajar melihat Tuhan dalam setiap keadaaan di hidup kita. Tidak perlu bersusah-susah dan menempatkan standar tertentu untuk melihat Tuhan. Lihat hidup kita saat ini dan belajar sadar bahwa semuanya adalah kasih karunia. Lebih daripada itu semua, Ia bukan saja ingin terlihat tetapi Ia ingin “menginap” di hati kita. Keinginan-Nya untuk tinggal bersama dengan kita menggambarkan ada satu harapan untuk sebuah hubungan pribadi dengan kita yang tidak didasari oleh apapun selain kasih.

Apakah kamu sudah bisa melihat Tuhan ?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s