Mengingat Istri Lot

LOTS WIFE

Ingatlah akan isteri Lot! (Lukas 17 : 32 TB)

Kutipan ayat diatas menemplak kehidupan saya dengan keras ketika saya membacanya kemain. Saya yakin bahwa saya sudah berkali-kali membaca ayat tersebut dalam waktu-waktu pribadi saya dengan Tuhan, tetapi kemarin ayat tersebut menjadi begitu kuat dalam hidup saya. Mengapa ? Roh Kudus seperti mengingatkan saya bahwa alkitab memberikan khusus satu ayat untuk sebuah perintah akan peringatan terhadap istri Lot. Betapa seriusnya perintah ini!

Kitab Kejadian 19 ada pasal dimana pertama kali istri Lot muncul di alkitab, nama Lot sendiri sudah muncul ketika Abraham dipanggil keluar keluar dari rumah ayahnya, jadi tidak jelas dimana Lot mendapatkan istrinya entah pada saat dia keluar mengikuti Abraham, atau pada saat dalam perjalanan bersama dengan Abraham, atau mungkin ketika Lot berpisah dari Abraham untuk menetap di Sodom dan Gomora.

Apa yang salah dari istri Lot ? sederhana sekali hanya menoleh ke belakang. Seringkali peristiwa ini diterjemahkan sebagai larangan untuk melihat ke masa lalu kita, tetapi bukankah Tuhan yang sama juga mau kita menjadi pribadi yang mengingat dan melihat penyertaan Tuhan yang pernah ada dalam hidup kita ?. Ketika Daud berhadapan dengan Goliat, ia berseru bahwa Tuhan yang menyertai bapa leluhurnya adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang menyertai dirinya di lembah itu.

Lalu apa ? dalam hidup ini ada hal-hal yang Tuhan ambil dari dalam hidup kita lewat sebuah proses penghancuran dan rasa sakit yang tidak mudah untuk dilalui, dan ketika lewat tuntunan dan anugrahNya kita bisa melewatinya, Tuhan ingin kita tidak memandang kesana selama kita belum mencapai tempat yang Ia sediakan, mengapa ? karena waktunya sudah sangat singkat dan api cinta Tuhan sedang menghancurkan apa yang harus dihancurkan didalam hidup kita dan Tuhan ingin kita tiba di tanah perjanjian hidup kita tanpa penundaan akibat penyesalan-penyesalan palsu dalam hidup kita.

Alkitab mencatat bahwa Abraham pagi-pagi bangun ketempat Ia berdiri dihadapan Tuhan lalu ia memandang sodom dan gomora tetapi Abraham tidak menjadi tiang garam bahkan Abraham adalah tiang iman bagi orang percaya sampai saat ini. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Karena Abraham memiliki posisi untuk mendapatkan sudut pandang yang benar untuk melihat sodom dan gomora.

Hari ini apakah kamu ingin menjadi tiang garam atau tiang iman ?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s