Thank You For Your Service

Thank You For Your Service

“Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” (Roma 8 : 34 TB)

Hari itu saya sedang mengikuti sesi doa rutin di sebuah apartemen di jakarta selatan, ketika sedang larut dalam pujian, doa, dan penyembahan tiba-tiba ada seorang ibu yang menaikkan doa yang diawali dengan satu rasa terima kasih yang menurut saya sangat unik, rasa terima kasih untuk pendoa-pendoa di menara doa (pendoa syafaat) yang Tuhan tempatkan di seluruh Indonesia.

Saya belum pernah ke Amerika tetapi ada satu kebiasaan unik yang saya pelajari lewat video atau acara tv yang sering saya nikmati. Sebuah kebiasaan yang menurut saya tidak dimiliki kita sebagai bangsa Indonesia. Setiap kali ada orang amerika yang bertanya akan pekerjaan seseorang dan menemukan bahwa pekerjaan orang tersebut adalah tentara, maka biasanya kata-kata yang terlontar dari mulut mereka adalah “Thank You For Your Service”.

Kita semua dipanggil menjadi tentara-tentara Allah, tetapi sama seperti tentara yang memiliki berbagai divisi, ada yang bertugas menjadi medis, logistik, dosen, pilot, paspampres, dan lainnya, demikian juga kita sebagai orang kristen yang merupakan tentara Allah yang terbagai dalam berbagai-bagai panggilan. Saya menggambarkan pendoa syafaat sebagai tentara-tentara yang berjaga dan di garis perbatasan negara. Tugas mereka sederhananya adalah menjadi palang terdepan terhadap ancaman dari pihak asing yang mencoba untuk mengganggu kedaulatan negara.

Tugas sederhana dengan pengorbanan yang tidak sederhana. Terisolasi dari dunia luar, terpisah dari keluarga dalam waktu yang tidak sebentar, berjuang melawan rutinitas yang membosankan dengan tuntutan siap siaga, mampu menilai pergerakan musuh dari gerakan terkecil sekalipun, logistik makanan yang mungkin menurut saya hanya seadanya saja. Banyak dari mereka yang kehilangan nyawanya tanpa sebuah penghargaan yang setimpal. Ada satu kutipan menarik dari tentara yang sedang bertugas, dikatakan seperti ini :

“Mereka mengajari saya cara bertempur, cara menembak, cara bertahan hidup, cara menyelamatkan teman, cara memenangkan pertempuran. Mereka mengajari saya segala sesuatu yang saya butuhkan di medan perang, tetapi mereka tidak pernah mengajarkan saya bagaimana cara pulang ke rumah”.

Mari berdoa lebih lagi untuk para pendoa-pendoa syafaat yang Tuhan tempatkan di bangsa kita. Mereka berdoa disaat kita tertidur, mereka berpuasa disaat kita menikmati makanan favorit kita, mereka meninggalkan keluarganya untuk berdoa suapaya keluarga kita tetap dalam proteksi Tuhan. Setiap kali kita mengetahui bahwa pelayanan seseorang adalah pendoa, jangan ragu untuk segera berkata “Thank You For Your Service””. Lebih jauh lagi, dalam terjemahan lainnya kata “Pembela” pada kutipan ayat diatas digunakan kata “Bersyafaat”.

Kapan terakhir kali kita berterima kasih kepada Tuhan dan para pendoa karena mau bersyafaat bagi kita ?

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s