Suara Perut

Belly Voice

Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci : Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7 : 38 TB)

Saya menyukai musik, terutama musik yang bersamaan dengan vokal karena saya bisa mendapat apa yang menjadi esensi lagu tersebut. Tetapi disisi yang lain saya bukanlah ahli dibidang musik, saya hanya sebatas penikmat, terutama musik rohani yang berisi pengagungan kepada Allah. Sejauh yang saya tahu, hal dasar yang menjadi perbedaaan antara penyanyi bagus atau penyanyi kurang bagus adalah sumber suaranya.

Penyanyi kurang bagus adalah penyanyi yang mengeluarkan suara dari kepalanya yang dikenal dengan istilah “head voice”, tetapi penyanyi-penyanyi bagus memiliki kemampuan untuk mengeluarkan suara dari perutnya yang disebut dengan “belly voice”. Kemampuan untuk bisa mengeluarkan suara dari perut dengan benar secara konstan bukanlah keajaiban dalam semalam melainkan kerja keras latihan dan disiplin dalam berbagai hal.

Pada terjemahan King James kutipan ayat diatas bukan menggunakan kata “dari dalam hati” melainkan “dari dalam perut”. Hal ini mengingatkan kita untuk menaikan doa dari dalam perut kita dan ayat ini sebetulnya bisa diterjemahkan secara harafiah. Pernahkah anda tertawa sampai perut anda terasa sakit ? Mengapa hal itu sampai terjadi ? Sederhana sekali karena anda begitu menikmati proses tertawa anda. Apakah anda menikmati waktu-waktu berdoa anda ? atau itu hanya sekedar kumpulan kata-kata hafalan diluar kepala. Berdoalah sampai titik dimana anda menikmatinya, sampai ada sesuatu yang anda bisa rasakan mengalir keluar dari perut anda dan hal ini sangat mungkin terjadi.

Jangan malas berdoa, jangan terus-menerus pasif dalam berdoa, belajar untuk teriak, melompat, dsb sampai doa itu melahirkan sesuatu yang ilahi dalam hidupmu. Walaupun kadang terasa seperti rutinitas, tetap berdoa sampai hidup anda terasa kurang jika anda tidak berdoa.

Asaf menulis Mazmur yang menceritakan bahwa ia mengerang ketika mengingat Allah. Erangan bukanlah suatu kondisi yang dibuat-dibuat, melainkan lahir dari kerinduan terdalam di lubuk hati kita untuk melahirkan rencana-rencana Allah dalam kehidupan kita. Jika kita belajar untuk mendisiplinkan diri dan setia dalam doa yang penuh gairah akan Allah dan rencana-rencanaNya dalam hidup kita, maka akan ada masa dimana kita benar-benar merasa bahwa doa kita itu naik dari perut kita bukan turun dari kepala kita.

 

Selamat mengerang,

 

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s