Beratnya Dicintai Tuhan

Discipline

“karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” (Ibrani 12 :6 TB)

Bagaimana anda menggambarkan perasaan diri anda ketika anda dicintai ? Perasaan anda pastilah bahagia dan sulit untuk diungkapan. Dunia kita memang menawarkan nilai seperti itu, dimana cinta digambarkan sebagai suatu kondisi sempurna untuk hidup, berbagai tempat romantis, alunan nada yang berkesinambungan tanpa henti, potret masa depan yang “happily ever after”, dsb adalah potret cinta yang dipajang di etalase dunia.

Apakah salah ? Tidak! Tetapi itu semua hanyalah fragmen kecil dari sebuah gambar besar yang tidak terukur yang bernama Allah. Mengapa Allah? Allah adalah cinta, tetapi cinta model Allah sesunguhnya sangat berbeda dengan dunia. Allah sangat cinta sehingga ia menerima kita apa adanya, tetapi Allah mau ada sebuah perbedaan dalam hidup kita, antara sebelum dimiliki Allah dan sesudah dimiliki Allah.

Michaelangelo adalah salah seorang pematung terbaik di dunia, salah satu karyanya yang masih melegenda sampai saat ini adalah patung daud. Bagaimana Ia memahatnya ? konon, waktu yang diperlukan untuk menemukan batu yang tepat dibutuhkan waktu selama 2 tahun, dan batu itu ditemukan di pinggir jalan di kota florence diantara lumpur dan semak belukar, batu yang sudah dibuang karena dianggap tidak berguna. Michaelangelo begitu “mencintai” batu tersebut dan menjadikan batu tersebut bahan mahakaryanya. Ia menghabiskan waktu yang panjang untuk mendesain batu tersebut dan menjadikannya patung daud. Ketika ditanya tentang bagaimana ia menciptakan patung seindah itu, Ia menjawab “saya hanya membuang yang bukan Daud dari patung tersebut”.

Begitu juga dengan kita, detik dimana kita ingin menerima cinta Tuhan sebenarnya itu adalah momen dimana kita rela untuk dibentuk Tuhan. CintaNya kadang terasa begitu berat karena mengakibatkan ada banyak area dalam hidup kita yang sepertinya harus dikikis, diamplas, dipotong, dibuang dan melewati waktu-waktu dimana kita seperti didalam “studio” Tuhan, disitu hanya ada kita, Tuhan dan alat pemotong ditangannya.

Tapi percayalah semuanya itu untuk kebaikan kita. Ketika akhirnya patung Daud itu dipamerkan, banyak penonton yang histeris, terperangah, bahkan sampai pingsan karena tidak percaya akan keindahan dari patung daud tersebut dan ujungnya itu memasyurkan nama Micahelangelo ke seluruh dunia sampai hari ini. Begitupun dengan hidup kita, pada akhirnya ketika waktunya datang untuk kita berdiri di panggung dunia, semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan lewat apa yang dia kerjakan lewat cintaNya didalam hidup kita.

Masih mau dicintai Tuhan ?

 

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s