Perenungan Saya Untuk Tragedi MH 17

daniel4beasts

“Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” (Lukas 12 : 40 TB)

Pagi ini di kamar yang sangat nyaman, saya bangun untuk sebuah berita akan jatuhnya sebuah pesawat asal malaysia jatuh karena misil yang belum jelas ditembakkan oleh siapa. Saya sebetulnya sudah memutuskan untuk menutup diri saya dari berbagai berita apapun yang terjadi didunia karena menurut saya terlalu banyak waktu yang saya sia-siakan untuk membaca berita. Tetapi untuk ini saya memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarya terjadi. Banyak teori yang bermunculan akan mengapa ini sampai terjadi, bahkan pertanyaan pun diajukan, apa yang menjadi alasan MH 17 terbang diatas wilayah konflik ?

Saya menonton russian TV dan menyaksikan saksi mata menceritakan berbagai cerita menyeramkan pada saat mereka menyaksikan pesawat jatuh. Betapa dunia barat akan sangat terpukul akan hal ini karena mayoritas penduduknya adalah warga negara mereka, dan Indonesia pun kehilangan warga negaranya lewat tragedi ini.

Saya bertanya kepada Tuhan, mengapa Tuhan ? Saya tidak pernah berhenti bertanya karena terlalu banyak “kebetulan” dalam tragedi ini :

1. Nama pesawatnya MH 17

2. Maiden Flight pertama kali 17 Juli 1997

3. Tragedi terjadi 17 Juli 2014

4. Jarak dari maiden flight sampai tanggal tragedi adalah 17 tahun

Dalam kitab Daniel, ada 4 makhluk buas yang dinubuatkan menjadi penguasa dunia sampai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, keempat makhluk tersebut memiliki 7 kepala dan 10 tanduk, jika ditotal maka kita akan menemukan angka 17.

Pertanyaan saya membawa saya kepada banyak perenungan yang berlarian dalam pikiran saya :

Bagaimana jika saya didalam sana sedang duduk menikmati makanan yang disajikan dan dalam detik yang sama saya berada di dunia yang lain?

Apakah saya siap?

Apakah saya telah mengakhiri pertandingan saya dengan baik?

Apakah pelayanan yang saya berikan kepada Tuhan adalah murni keluar dari sebuah keinginan untuk mendedikasikan hidup saya bagi kemuliaanNya ?

Apakah ada salah satu penumpang dari pesawat tersebut yang merupakan “jatah” saya untuk saya beritakan injil kerajaan ?

Semuanya menjadi sangkakala pengingat untuk saya bisa berjalan lebih erat lagi dengan Tuhan, dan tidak menyia-nyiakan hidup saya dengan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bersifat sementara.

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s