Panggilan Musa

Moses

“Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.” (Keluaran 2 : 10 TB)

Buat orang seperti saya, melihat peristiwa orang keluar-masuk kolam baptisan merupakan suatu hal yang umum. Saya sering sekali menyaksikan prosesi pembaptisan terutama di gereja saya yang biasanya diadakan sekali dalam tiga bulan. Biasanya sang pendeta akan menjelaskan bahwa ketika kita memasuki kolam baptisan maka yang masuk adalah manusia lama kita yang harus dibenamkan dan yang keluar dari kolam baptisan adalah manusia kita yang baru.

Saya sependapat dengan hal itu, tapi kalau hanya sampai disitu pengertian yang kita miliki sejujurnya itu merupakan sesuatu yang dangkal secara roh. Hari itu saya menyaksikan prosesi pembaptisan di gereja saya, selagi saya menyaksikan acara tersebut Tuhan memulai diskusi dengan saya :

Tuhan : “Nak, kamu tahu arti nama Musa ?”

Saya  : “Tahu dong Tuhan, artinya adalah “yang diangkat dari air” .”

Tuhan : “Kamu tahu begitu orang diangkat keluar dari air maka secara otomatis dia memiliki panggilan Musa dalam hidupnya, sebuah panggilan untuk meninggalkan mesir (dunia) bukan hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri melainkan suatu panggilan untuk membebaskan bangsa israel dari perbudakan mesir (dunia).”

Hari-hari ini banyak sekali orang ingin dibaptis hanya semata-mata demi keselamatan dirinya sendiri saja dan begitu banyak pengajaran yang mengajarkan baptisan adalah kunci untuk selamat. Saya sangat sependapat dengan itu dan tidak menentang, tetapi sebenarnya betapa Tuhan ingin siapapun anakNya yang Ia angkat dari air menjadi pembebas akan saudara-saudaranya yang masih terbelenggu dalam ikatan dan perbudakan dosa.

Dibaptis adalah suatu tanda profetis bahwa kita siap untuk berhadapan muka dengan muka dengan penguasa dunia ini dan Tuhan menyertai kita dengan tongkat otoritas yang mampu mengerjakan hal-hal yang tidak mungkin bagi dunia. Dibaptis adalah suatu bentuk kesiapan kita untuk mengalami proses pembentukan ilahi sehingga kita siap untuk menjadi alat Tuhan untuk memimpin perjalanan iman dari banyak orang.

Saya tidak menemukan dosa Yesus di hidupnya sebelum Ia dibaptis, saya juga tidak menemukan gaya hidup yang mendukakan Allah ketika Ia masih belum tenggelam di sungai Yordan, tetapi akan kerendahan hatiNya untuk mau tenggelam di sungai Yordan sebagai simbol memberi diriNya sebagai alat pembebas manusia membuat Roh Kudus harus menampakan pribadiNya dan Allah memperdengarkan suara dari perkenananNya.

Baptisanmu terlalu dangkal kalau hanya untuk keselamatanmu sendiri.

Cheerss,

 

BG

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s