BEJANA KERINDUAN

God's Vessel

 

“…Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!” (Yeremia 18:6 TB)

Akhir-akhir ini penyembahan saya terasa kering, kaku, dan cenderung menyerupai ritual padahal menurut saya tidak ada yang salah antara hubungan saya dengan Tuhan. Saya memang harus mengakui bahwa dalam perjalanan saya dengan Tuhan ada masa-masa saya terjatuh dalam dosa dan itu menyebabkan banyak gangguan.

Namun, perasaan kering kali ini berbeda dan saya pun tidak dapat merabanya. Saya tetap menggali isi alkitab, saya tetap menyembah, saya tetap berpuasa, dan tetap aktif dalam banyak kegiatan yang membangun manusia ilahi saya, tetapi tidak bisa saya pungkiri ada hal yang mengganjal di roh saya.

Sampai kemaren ketika saya ikut suatu kebaktian, pendetanya mengucapkan sesuatu yang menggerakan roh saya pada saat doa penutup dikumandangkan. Dia berkata, “Tuhan buat kerinduan kami lebih dalam lagi kepadaMu.” Roh Kudus pun langsung berbicara kepada saya, “Nak, kamu tahu bahwa kerinduanmu kepada Tuhan adalah sebuah bejana dalam hidupmu, dan Tuhan hanya bisa memuaskan kerinduanmu sedalam bejanamu. Belajar minta kepada Tuhan untuk membuat bejana kerinduanmu kepada Tuhan makin besar dan dalam. Gairahmu, cintamu, pengejaranmu akan hadirat Tuhan itu tergantung ukuran dari bejana kerinduamu dan kamu harus tahu yang membuat bejana kerinduanmu adalah Aku sendiri.”

Hari itu saya belajar bahwa sebenarnya yang terjadi terhadap saya adalah sebuah pertanda dimana Tuhan mau bawa saya ke level kerinduan yang lebih tinggi lagi, Dia mau “menghancurkan” bejana kerinduan saya yang lama dan menciptakan sebuah bejana dengan ukuran kerinduan yang baru. Sebuah ukuran dimana saya lebih haus lagi, lebih lapar lagi, lebih radikal lagi dan konsekuensinya adalah mungkin saya akan mengalami berbagai proses yang akan bikin jantung berdetak lebih cepat, atau perjalanan yang kegelapannya lebih pekat. Saya tidak tahu pasti apa yang harus saya lewati untuk bejana itu jadi dalam hidup saya, yang tahu pasti Ia adalah Allah yang bertanggung jawab untuk bejana yang baru dalam hidup saya.

Kata bejana dalam bahasa inggrisnya adalah vessel, dan menarik sekali kalau kata vessel itu juga berarti suatu kapal yang sangat besar yang fungsinya membawa ratusan atau bahkan mungkin ribuan kontainer dalam sekali perjalanan. Saya percaya suatu saat nanti, kerinduan saya bukanlah ukuran bejana dapur tetapi ukuran kapal kontainer yang membawa hadirat Tuhan dalam kapasitas yang ajaib.

Bagaimana dengan bejana kerinduanmu? Sedalam apa kerinduanmu?

 

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s