Arti Menghamba

Eliezer

“Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” (Kejadian 15 : 2 TB)

Kitab Kejadian pasal 15 menjadi bahan perenungan saya beberapa hari terakhir ini. Saya sudah membaca pasal ini berulang-ulang dan masih belom ada hal yang menghentak di hati saya. Pasal ini menceritakan bahwa Abram begitu khawatir karena Eliezer (hambanya) akan  menjadi ahli waris dari semua yang sudah Tuhan berikan dalam hidupnya karena Abram tidak memiliki anak, namun, Tuhan menguatkan Abram bahwa suatu saat nanti keturunan Abram akan seperti bintang di langit dan akhir dari janji ini adalah Tuhan turun untuk memeteraikan janji-Nya kepada Abram.

Saya ingin jujur bahwa tujuan saya membaca pasal ini berulang-ulang adalah saya ingin tahu apa hal apa dalam hidup Abram yang Tuhan temukan sampai Ia memberkati hidup Abram dengan luar biasa, bahkan Ia tidak hanya berjanji, Ia turun dan memeteraikan janji-Nya.

Didalam pengulangan saya akan setiap ayat di dalam pasal ini, tiba-tiba Roh Kudus berhenti pada ayat yang sudah saya tulis  di awal dan berbisik lembut di hati saya, Dia berkata, “minta supaya hati Eliezer turun di hidupmu.” lalu saya bertanya, “Apa maksudnya Tuhan ?” Diapun menjelaskan “Nak, kamu lihat Eliezer, hamba Abram, bagaimanapun juga Ia tau bahwa Ia adalah kandidat terkuat untuk menerima seluruh warisan Abram, tetapi hatinya sama sekali tidak terpaut kepada itu. Lihat, waktu Ishak lahir Ia tetap melayani Abram walaupun Ia tahu bahwa Ia tidak akan mendapat warisan, bahkan Ia mencarikan Istri yang terbaik untuk Ishak, seseorang yang secara manusia menggantikan diri-nya untuk menerima warisan.”

Saya terdiam, saya meminta ampun kepada Tuhan bahwa dalam mengikut Tuhan seringkali saya hanya berfokus akan bagaimana menerima warisan yang dari Tuhan. Kejadian 15 membuka mata saya akan arti dari menghamba kepada Allah, masalah warisan saya semua saya percayakan kepada Allah dan adalah suatu kehormatan untuk saya bisa masuk kedalam kemah Allah untuk melayani Dia. Suatu kali Paulus berkata

“Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.” (1 Korintus 9 : 18 TB)

Nama Eliezer bearti “Tuhan adalah pertolonganku”, Eliezer mengajarkan saya untuk tidak berharap kepada pertolongan dari kekayaan ataupun manusia. Tuhan dan hanyalah Tuhan yang menjadi penolong saya yang sejati dan adalah suatu kehormatan untuk bisa mendapat gelar “hamba” dari Tuhan.

Selamat Menghamba

Cheerss,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s