Visi dan Misi

MISSION-VISION

Dalam aktifitas saya sebagai agen asuransi seringkali saya berkunjung ke perusahaan untuk melakukan presentasi atau prospek, biasanya ketika saya sedang duduk diruang tunggu mata saya akan tertuju kepada tulisan besar di dinding yang berisi visi dan misi dari perusahaan tersebut. Visi adalah pelabuhan terakhir dari perjalanan perusahaan tersebut sedangkan misi biasanya adalah rute mana yang harus dilalui untuk mencapai pelabuhan tersebut.

Bukan hanya perusahaan, kita sebagai manusia pun seringkali bergumul dalam area visi dan misi di kehidupan ini, banyak training-training yang harganya sangat mahal disediakan demi menjawab pergumulan manusia ini. Apakah pergumulan ini bisa dijawab oleh manusia ?. Saya yakin-seyakinnya tidak akan pernah ada manusia yang bisa menjawab hal ini. Mengapa?

Pada hakekatnya manusia bukanlah pencipta sesamanya, kita semua sama-sama makhluk ciptaan dari debu tanah. Hanya pribadi yang ada pada saat proses penciptaan manusia lah yang bisa menjawab itu semua, dan pribadi itu adalah Allah sendiri. Untuk menemukan jawaban atas semuanya ini mari kembali ke proses sebelum penciptaan, proses penciptaan dunia dan segala isinya yang maha luar biasa ini dimulai dari satu pernyataan yang berkata :

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. ” (Yohanes 1 : 1-3 TB)

Ayat diatas ditulis lewat rasul Yohanes dan tentu kita semua paham betul bahwa Yohanes adalah murid yang paling dikasihi Yesus karena ada suatu kedalaman hubungan antara Yesus dan Yohanes yang tidak dimiliki oleh rasul-rasul lainnya, atas dasar hubungan itulah Yohanes mengerti bahwa awal dari segala proses penciptaan adalah Allah sendiri. Setelah bumi selesai diciptakan, Allah merancang manusia dengan visi sebagai berikut :

“Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..”(Kejadian 1 : 26 TB)

Jadi visi awal penciptaan kita adalah supaya kita serupa dan segambar dengan Allah, namun sejak manusia pertama yaitu Adam jatuh dalam dosa maka kita semua kehilangan visi tersebut. Cobalah untuk berdiri didepan kaca dan tanyakan pada diri anda sendiri “Inikah yang namanya gambaran Allah ?”, cobalah jujur akan jawaban anda sendiri. Tuhan Yesus suatu kali berkata :

“Karena itu HARUSLAH kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5 : 48 TB)

Kata harus adalah suatu perintah mutlak tanpa ada negosiasi ataupun pemakluman, itulah mengapa salah satu rasul terbesar yaitu Paulus pernah berkata :

…karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,.. (Filipi 2 : 12 TB)

ada suatu evolusi yang Tuhan inginkan dalam hidup kita sehingga suatu titik nanti dengan anugrah Tuhan sendiri kita bisa sempurna sama seperti Bapa kita sempurna.

Jika menjadi serupa dan segambar dengan Allah adalah visi kita, lalu apa yang seharusnya menjadi misi kita ?. Sebelum Tuhan Yesus kembali ke surga , Ia memberikan suatu misi yang sangat mulia yaitu untuk memberitakan injil dan memuridkan. Memberitakan injil bukanlah semata-mata tugas dari pendeta melainkan tugas dari semua kita yang merasa murid Tuhan. Mulut kita adalah salah satu (bukan satu-satunya) instrumen yang dapat kita gunakan untuk memberitakan injil. Tindakan kita, sikap kita, cara kita menggunakan uang, cara kita berpacaran, dan lain sebagainya adalah instrumen yang lebih besar dampaknya dalam kita memberitakan injil.

Saya juga mendorong untuk setiap dari kita belajar memuridkan orang lain. Memuridkan orang lain bukanlah suatu posisi dimana kita lebih benar, lebih baik, lebih kudus dari orang lain melainkan suatu sikap kerendahan hati karena kita tahu kita masi perlu belajar. Tahukah anda bahwa jika salah satu tolak ukur dalam anda mengerti akan suatu hal adalah kemampuan anda untuk mengajarkan hal tersebut kepada orang lain ?.

Bagaimana dengan visi dan misi mu?

Cheerss,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s