Miskin dihadapan Allah

PoorSpirit

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5 : 3 TB)

Menurut saya ayat diatas memegang kunci yang sangat penting dalam menentukan apakah Kerajaan Sorga bisa dirasakan di bumi oleh kita. Kalau kita membaca terjemahan bahasa inggris versi NIV maka perikop ini dibagi menjadi 2 bagian. Ayat 1 dan 2 adalah perkenalannya, sedangkan ayat 3 – 12 diberi judul “The Beatitudes“. Beatitude sendiri memiliki arti “kebahagian yang teramat sangat” dan untuk mencapai kebahagiaan yang teramat sangat dalam kehidupan kita maka harus dimulai dengan ayat diatas.

Apa yang Tuhan Yesus ingin ajarkan lewat ayat ini menurut saya tidak ada hubungannya dengan harta kekayaan yang ada dalam perbendaharaan kita. Mengapa ? Karena tidak peduli seberapapun jumlah kekayaan kita tetaplah tidak seberapa jika dibandingkan dengan apa yang Tuhan punya dan jangan lupa apapun yang kita punya hanyalah titipan dari Tuhan itu sendiri.

Lalu apa itu miskin dihadapan Allah. Pertama-tama kita harus mengerti bahwa untuk kita menghadap Allah itu tidak dengan daging kita melainkan dengan roh kita, itulah mengapa pada akhirnya tubuh daging akan binasa tetapi dengan tubuh roh kita akan menghadapi penghakiman pada akhir zaman.

Saya menarik kesimpulan bahwa yang miskin dihadapan Allah adalah roh kita (roh yang miskin berbeda dengan roh kemiskinan). Lalu apa yang menjadi kategori roh yang miskin dihadapan Allah ?. Cobalah untuk memberikan pembantu dirumah kita seonggok sampah, adakah yang menolak ?,  mereka tahu apa yang harus mereka lakukan terhadap pemberian kita. Selama mereka masih pembantu kita, maka apapun yang kita berikan kepada mereka, mereka akan terima.

Ayub adalah contoh sempurna dari roh yang miskin dihadapan Allah, suatu hari ia pernah berkata “….Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayub 2 :10 TB).  Setelah kita melihat cerita akhir dari hidup Ayub kita tahu bahwa pencobaan yang Ayub alami adalah kunci dia menerima berkat 2 kali ganda. Sikap roh Ayub yang tetap menerima apapun dari Allah adalah roh yang miskin dihadapan Allah

Pertanyaannya apakah Allah akan memberikan sampah dalam hidup kita? Tidak!. Hanya saja sering kali kelihatannya seperti sampah, kalau kita tidak merasa ‘miskin’ dihadapan Allah maka kita akan cenderung menolak pemberian dari Allah tersebut karena manusia cenderung untuk menilai segala sesuatu dari matanya jasmaninya. Kalau kita cukup miskin dihadapan Allah maka apapun yang Allah berikan dalam hidup kita maka sikap hati kita bukanlah menentang, mempertanyakan, atau membuang pemberian tersebut melainkan menerima dengan sikap penuh kepercayaan.

Hari ini apakah kamu miskin dihadapan Allah ?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s