Perumpaan Seorang Penabur (part2)

 

91223-rockyground.jpg w=400&h=266

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. (Matius 13 : 6 TB)

Melanjutkan catatan saya beberapa waktu yang lalu mengenai perumpaan tentang seorang penabur, saya ingin melanjutkan dengan kondisi tanah yang kedua (kalau anda belum membaca part 1, saya sarankan anda membacanya sebagai dasar untuk mengikuti tulisan ini)

Tanah ini dicatat sebagai tanah yang berbatu, sebenarnya tidak ada yang salah dengan batu – batuan pada tanah ini, bahkan alkitab mencatat bahwa benih/berkat yang Tuhan beri bertumbuh secara cepat. Kehancuran pada cerita ini dimulai pada saat panas matahari muncul, dan ternyata tumbuhan ini belum siap. Saya bukan ahli biologi (nilai biologi saya halelluya banget), tetapi yang saya tahu adalah panas matahari merupakan salah satu faktor penting untuk tumbuhan dalam mengolah makanannya. Lalu salahnya dimana? tumbuhan ini TIDAK BERAKAR. Tidak berakar bukanlah tidak memiliki akar melainkan akarnya tidak cukup dalam untuk menyentuh mata air di perut bumi. Karena hanya karena air, segala sesuatu dapat bertahan menghadapi panas.

Lalu, apakah mungkin Tuhan harus menunda terbitnya matahari demi tumbuhan yang belum siap ini ? tentu tidak, jika matahari harus terlambat bersinar bayangkan kehancuran yang lebih besar yang akan terjadi di berbagai belahan bumi ini. Ketika hidup kita ditimpa terik matahari, apa yang terjadi pada kita? Berbagai ujian, kesulitan, ataupun tantangan yang Tuhan ijinkan untuk terjadi dalam hidup kita harusnya merupakan saat yang tepat untuk kita memasak makanan rohani yang selam ini kita dapatkan. Bagaimana caranya ? Milikilah akar yang masuk kedalam sampai mencapai sumber mata air yang sejati yaitu Yesus Kristus.

“tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 4 : 14 TB)

Mari belajar dari pohon kurma yang merupakan satu-satunya tanaman yang mampu bertahan untuk tidak tumbang meskipun ditengah badai sekalipun. Apa sebabnya? Akar pohon kurma bisa tertanam dan tumbuh hingga puluhan bahkan ratusan meter ke dalam tanah hingga menemukan sumber air. Bagaimana cara pohon tersebut bertumbuh? pada saat benihnya di taburkan didalam tanah, tepat diatas permukaan tanah dimana benih tersebut ditabur, akan diletakkan batu-batuan. Ketika pohon tersebut mulai bertunas, pohon tersebut tidak bisa naik keatas terlebih dahulu karena adanya bebatuan yang menghalangi. Mau tidak mau, suka tidak suka,  pohon kurma harus menumbuhkan akar terlebih dahulu ke dalam tanah sampai menemukan air, tak peduli berapa dalam sumber air itu ada maka sedalam itulah akar kurma akan tumbuh.  Setelah akar yang tumbuh ke dalam tanah menemukan sumber air, maka tunas dari kurma tersebut akan bertumbuh dan memecahkan bebatuan yang menimbunnya hingga tunasnya tumbuh dan hidup berjuang tak kenal rasa takut akan hawa panas karena sudah mempunyai modal yang kuat yaitu akar yang begitu panjang dan dalam hingga ke sumber mata air di bawah gurun pasir.

Saya berdoa, ketika kita sudah menerima berkat dari Tuhan dan mulai menghadapi tantangan, ujian, ataupun kesulitan yang begitu menyengat dalam hidup kita, disaat itulah dengan air yang adalah Yesus itu sendiri kita mulai mengolah setiap makanan firman yang sudah kita terima selama ini menjadi suatu asuapan kekuatan bagi tubuh jasmani dan rohani kita.

Selamat bertumbuh kedalam.

Cheerss,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s