Pertandingan Terakhir

gelora-bung-karno-(-INDONESIA-)-wallpaper-29-1024x768

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita” (Ibrani 12 : 1 TB)

Bayangkan jika hari ini adalah final piala dunia, lebih jauh coba bayangkan jika tim sepakbola yang bertanding adalah negara Indonesia melawan Brazil dan anda adalah 1 dari antara 11 pemain Indonesia yang bertading di final ini. Apa yang anda rasa? Puluhan ribu pasang mata memandang langsung dari bangku stadion, dan bahkan ratusan juta pasang mata melihat dari layar televisi. Tidak mungkin tidak, ketegangan pasti menguasai anda.

Ketika pluit pertandingan ditiup, bagaimana cara anda bermain? bagaimana cara anda berlari, bagaimana cara anda mengumpan? Apakah asal-asalan? Apakah tanpa gairah? Pastilah tidak, karena anda tahu anda sedang bermain di final dan harapan seluruh bangsa ini ada di pundak anda.

Sekarang coba bayangkan kalau anda adalah penonton, apa yang anda rasa ketika anda melihat pemain di lapangan bermain asal-asalan dan semaunya sendiri tidak mempedulikan pemain lain? Dijamin anda pasti emosi.

Tahukah anda alkitab berkata :

“Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan” (Ibrani 11:40 TB)

Suka tidak suka, setuju tidak setuju, percaya atau tidak kita semua sedang bertanding di partai final dunia ini. Para pendahulu kita dari mulai Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Ruth, Daud, Yohanes pembaptis,  Paulus dst telah memenangkan pertandingan dari mulai babak penyisihan sampai semifinal dan ternyata Tuhan memilih kita bukan mereka untuk bertanding di final. Seorang pelatih pastilah memilih pemain-pemain dengan potensi terbaik untuk bermain di final. Secara potensi saya dapat menyimpulkan bahwa kita lebih baik dari pendahulu-pendahulu kita, tetapi secara kenyataan belum tentu. Para pendahulu kita memenangkan pertandingan mereka bukan karena mereka lebih hebat, hanya mereka lebih bersungguh-sungguh dalam ketaatan.

Saya bukan sedang meremehkan para pahlawan iman pendahulu kita, saya hanya ingin membuka mata rohani kita, akan apa yang kita punya dan akan seperti apa seharusnya kita bermain di pertandingan iman ini. Bertandinglah dengan penuh gairah, penuh ketaatan dengan perintah pelatih, dan bukan bertanding dengan semau kita sendiri. Karena kita adalah pemain penentu dari pertandingan iman yang sudah berlangsung selama beratus-ratus abad.

Selamat Bertanding,

 

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s