Kapasitas Hati

3248001_orig

Hari itu saya berdiri ditengah-tengah kebaktian yang dipenuhi oleh hadirat Tuhan, ruangan begitu sesak karena dijejali oleh 15.000 orang sedang mungkin kapasitas gedung hanya 12.000 orang. Karena saya sudah mengantri 2 jam sebelum kebaktian dimulai saya mendapatkan posisi duduk yang agak lumayan, posisi saya cukup ideal untuk bisa melihat ke seluruh sudut ruang kebaktian. Hampir-hampir tidak ada ruang kosong, lorong-lorong dan tangga dijadikan tempat duduk bagi jemaat yang tidak mendapatkan tempat duduk.

Ketika mata saya sedang menjelajah ke seluruh isi ruangan, Tuhan seperti membisikan sesuatu ke hati saya. Dia berbisik seperti ini “Nak, kamu tahu tidak? sebelum orang-orang ini bisa muat di gedung ini, Orang-orang ini terlebih dahulu harus muat di hati gereja ini”. Saya cuma bisa terdiam dan merenungi apa yang baru saja Tuhan taruh di hati saya.

Gereja itu bukanlah berbicara mengenai gedung, diri kita adalah gereja-gereja Tuhan di akhir zaman. Kalau kita mau dipakai Tuhan untuk bisa memenangkan ribuan atau bahkan mungkin jutaan jiwa yang terhilang bagi kemuliaanNya, kita harus memiliki hati yang cukup luas untuk menampung jiwa-jiwa tersebut.

Tuhan lewat perantaraan nabi Yesaya pernah berkata :

Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. (Yesaya 54 : 2-3)

Ayat tersebut bukanlah berati kita seenak-enaknya memperluas batas-batas rumah kita tanpa melalui landasan hukum yang kuat. Ayat tersebut mau mengajarkan kita untuk memperlebar hati kita setiap hari untuk bisa memuat berkat baik berupa jiwa-jiwa maupun harta benda bagi kemuliaan Tuhan.

Kalau kita melihat proses pelebaran jalan, harus ada bagian dari jalan tersebut yang dihancurkan, begitu juga dengan proses pelebaran hati kita, pasti ada rasa sakit, sedih, hancur, kehilangan, ataupun kebimbangan demi kebimbangan. Tetapi, apapun yang terjadi janganlah biarkan hati kita menjadi pahit melainkan belajar lebih lagi untuk percaya. Jangan biarkan proses pelebaran hatimu berhenti, biarkan hatimu mengembang dengan ukuran yang ajaib. Walau sepertinya semakin sakit, semakin sedih, atau semakin sulit tapi yakinlah hati kita sebenarnya sudah semakin lebar. Apa yang Tuhan ijinkan terjadi pada Ayub adalah cara-Nya untuk memperlebar kapasitas hati Ayub agar bisa memuat berkat 2 kali ganda.

Sebagaimana kita akan mengakhiri tahun 2013 dan memasuki tahun 2014, Saya percaya bahwa Tuhan sebenarnya sudah mencurahkan bekat-berkatnya baik secara rohani maupun jasmani secara berlimpah-limpah, tetapi jatah yang bisa kita nikmati hanyalah sebesar berapa banyak yang bisa ditampung oleh hati kita.

Selamat membentangkan hati

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s