Terlalu Berharga

bigpreview_Precious Love

“Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN, katanya: “Jauhlah dari padaku, ya TUHAN, untuk berbuat demikian! Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?” Dan tidak mau ia meminumnya. Itulah yang dilakukan ketiga pahlawan itu.” (2 SAMUEL 23 : 16-17 TB)

Ayat itu tertulis waktu Daud sedang terjebak di gua adulam, sebuah gua dimana diisi oleh pembunuh, pezinah, orang-orang yang dikejar hutang, dan orang-orang dengan masalah hidup lainnya. Semuanya melarikan diri, walaupun alasan Daud dan para pahlawannya melarikan diri adalah karena Saul begitu ingin menghabiskan nyawanya. Didalam atmosfir yang begitu sadis dan kejam, tiba-tiba hasrat Daud begitu merindukan air dari perigi Betlehem. Sebuah simbol dari kerinduannya akan tempat dimana seharusnya ia berada. Suatu keinginan yang mustahil, karena Betlehem ada di tangan Filistin, namu pada saat keinginan itu terucap, 3 pahlawan elitnya menerobos perkemahan pasukan Filistin dan mengambil air itu bagi Daud. Sebuah kejutan besar bukan? tetapi anehnya Daud tidak meminumnya, melainkan mempersembahkannya.

Waktu saya tenggelam dalam perenungan akan ayat ini, sebuah pertanyaan pun muncul dalam diri saya. Apakah salah jika Daud meminum air itu ? Saya yakin TIDAK, karena memang tujuan semula dari yang dikerjakan oleh ketiga pahlawan Daud itu adalah supaya Daud bisa minum air dari perigi Betlehem dan Daud sama sekali tidak meminta atau menyuruh kepada ketiga kepala pasukannya untuk mengambil air tersebut, air itu murni atas inisiatif ketiga pahlawan itu. Namun, ketika Daud melihat air yang begitu dia ingini, matanya saat itu juga melihat kondisi dari ketiga pahlawan yang penuh dengan darah dan luka demi air itu. Hati nuraninya menjerit “Tidak layak air ini aku nikmati untuk kesenanganku sendiri, hanya Tuhan yang layak”. Perlu dicatat, bahwa tindakan Daud bukanlah membuang air tersebut melainkan mempersembahkannya.

Tahukan anda bahwa sebelum kita menerima keselamatan, jiwa kita begitu haus akan sesuatu yang bisa mengisinya. Buat saya pribadi, air dari perigi Betlehem itu berbicara mengenai keselamatan yang Tuhan berikan kepada saya. Keselamatan yang ada didepan mata saya semata-mata hanyalah atas dari inisiatif dari ketiga pahlawan saya yaitu Allah, Yesus, dan Roh Kudus (saya tidak berbicara bahwa saya adalah Raja dan 3 pribadi Allah adalah bawahan saya, tahukah anda pada zaman itu seorang pahlawan itu sangat mungkin lebih hebat dari rajanya, sebagai contoh Daud adalah pahlawan bagi raja Saul pada saat Saul masih memerintah). Keselamatan saya bisa saja saya nikmati untuk diri saya sendiri, hidup semau saya toh Tuhan setia mengampuni kalau saya mau kembali kepadanya. Tetapi waktu saya baca ayat ini, Tuhan berbicara “jadilah seperti Daud, persembahkanlah keselamatan-mu kembali kepada-Ku”. Bagaimana caranya? jadilah penurut-penurut Allah, peniru Tuhan Yesus, dan pendengar Roh Kudus.

Keselamatan yang kita punya terlalu berharga untuk kita nikmati sendiri, bagikan kepada orang-orang lain. Biarkan keselamatan yang kita punya berbuah dan buahnya genap seperti apa yang Tuhan inginkan. Biarkan Tuhan ambil alih hidup kita 100 persen, biarkan Tuhan menikmati buah dari persembahan hidup kita. Saya yakin bahwa respon Daud terhadap air itu sangat amat diperhitungkan Tuhan makanya Tuhan berjanji bahwa keturunannya tidak akan terputus dari tahta bangsa Israel.

Hari ini, apa yang kamu lakukan dengan keselamatan-mu?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s