Menggapai Titik Tertinggi

looking for god

“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 18 : 4 TB)

Ukuran tinggi badan kita akan tercatat dengan benar pada saat kita berdiri. Posisi teratas adalah kepala dan diikuti leher dan bagian-bagian tubuh lainnya. Pertanyaanya apakah itu titik tertinggi dalam hidup kita? jawabannya adalah TIDAK. Angkat kedua tanganmu setinggi mungkin, kamu akan sadar bahwa tanganmu dapat menggapai lebih jauh dari kepala (pikiranmu).

Dalam sebuah pertempuran jika ada orang tampil dengan posisi kedua tangan terangkat tinggi adalah pasti sebuah tanda dari menyerah. Hidup ini adalah medan pertempuran, banyak sekali kita merasa begitu tinggi dengan segala hal yang pikiran manusia kita mampu kerjakan, bayangkan, dan ciptakan. Tetapi, setinggi-tingginya pikiran kita toh tetap saja kita hanya ciptaan. Kalau kita ingin menggapai sesuatu yang lebih tinggi dalam hidup ini adalah baik untuk kita berhenti mengukur dengan kepala kita dan mulai mengukur dengan tangan yang terangkat.

Dihadapan Tuhan,  angkat kedua tanganmu!!! tanda engkau menyerahkan hidup, nasib, impian, dan masa depanmu kepadaNya. Sama seperti kita punya impian untuk hidup kita, demikianlah Tuhan juga punya impian untuk hidup kita. Biarkan impian Tuhan yang jadi dalam hidup kita. Percayalah, impian Tuhan itu jauh lebih besar dan baik daripada impian kita. Seringkali kita bergumul dengan Tuhan dengan pikiran kita, padahal yang Ia butuhkan adalah kita mengangkat tangan.

Posisi tangan terangkat sebenarnya adalah posisi yang sangat siap menerima. Bayangkan jika Tuhan dari atas mau memberikan kita satu koper berisi uang. Kalau kita tidak menerima dengan tangan yang terangkat, maka berkat tersebut akan jatuh menimpa kita dan menimbulkan kerusakan hebat dalam hidup kita. Tuhan sangat ingin memberkati anak-anakNya tapi banyak dari kita tidak mau belajar mengangkat tangan untuk menerima berkat Tuhan, kita menerima dengan kepala (pikiran). Kita pikir kita mampu toh sebenarnya kita tidak pernah mampu tetapi Tuhan memampukan kita.

Dibutuhkan sikap rendah hati untuk bisa mengangkat tangan. Menghadaplah kepada Raja diatas segala raja dengan sikap penuh kerendahan hati karena pada saat kita mengangkat tangan pasti ada sesuatu yang Tuhan akan taruh. Dunia ini penuh dengan orang-orang yang jauh dari rendah hati, mereka berpikir mereka bisa mengatur hidupnya dengan baik, mereka bersikap seolah-olah rencana mereka paling sempurna. Ingat cerita orang kaya menimbun harta di alkitab ?

“Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? ” (Lukas 12 : 19-20 TB)

Mau menggapai sesuatu yang tinggi dalam hidupmu? Belajarlah mengangkat tangan dengan penuh kerendahan hati.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s