Berkat URIA

16 BENOIT DAVID AND URIAH

“Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria”  (Matius 1 :6 TB)

Ayat ini menurut saya aneh sekali, Salomo itu dilahirkan pada saat persetubuhan Daud dengan Batsyeba sudah sah secara perkawinan dan Daud sudah bertobat akan dosa perzinahannya. Tetapi mengapa bukan nama Batsyeba yang ditulis?, melainkan istri Uria yang masuk dalam sejarah kelahiran Tuhan Yesus, seolah-olah Tuhan ‘memaksa’ untuk menulis nama Uria dalam silsilahNya. Lebih jauh lagi, Uria adalah satu-satunya nama yang tidak memiliki hubungan darah atau hubungan suami istri dengan kakek moyangnya Yesus. Suatu berkat dan kehormatan yang luar biasa.

Cerita Uria hanyalah sebuah potongan pendek dalam Alkitab, tapi dalam waktu yang sangat singkat tersebut Uria berhasil mendapatkan apa yang seharusnya bukan menjadi jatah dia. Berkat yang secara hitungan manusia adalah yang mustahil. Apa kuncinya?

Ketika bangsa Israel sedang berperang, Uria dipanggil pulang oleh raja Daud. Daud yang baru sadar bahwa perzinahannya membuat Batsyeba mengandung mencoba menutupi dosanya dengan cara memberikan ‘keleluasaan’ kepada Uria untuk menikmati hubungan intim dengan Batsyeba.

Kita semua tahu, bahwa hampir semua laki-laki didunia bergumul dengan hawa nafsu apalagi seorang tentara di medan perang yang setiap hari hanya melihat laki-laki dan darah. Pastilah jika tentara tersebut memiliki kesempatan untuk memuaskan hawa nafsunya tidak akan dia sia-siakan.

Ketika “kesempatan” itu datang apa respon Uria?

“Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!”  (2 samuel 11 : 11 TB)

Apakah salah jika Uria memilih pulang dan beristirahat dengan istrinya ? Tidak. Tetapi, kalau pada saat itu Uria memilih untuk pulang mungkin ceritanya akan berbeda, Uria memilih yang benar, loyalitasnya membuat Daud tidak bisa berbuat apa-apa terhadap roh Uria. Salah satu arti nama Uria adalah “Api Tuhan”. Kenikmatan yang dunia coba tawarkan tidak membuat Api Tuhan didalam Uria padam.

Ketika kita ikut Tuhan, seringkali pilihannya bukan benar atau salah melainkan Tuhan dulu yang disenangkan atau daging dulu yang disenangkan. Kalau hari ini daging kita sepertinya memiliki hak untuk menikmati hidupmu secara luar biasa, ditengah-tengah situasi dimana kita tahu bahwa banyak orang kristen diseluruh dunia saat ini sedang mengalami pertempuran hebat. Apa yang kita pilih? Apakah kita tetap memiliki sikap yang berjaga-jaga, dan roh yang ikut berperang bersama-sama dengan saudara kita? atau kita bersantai ria dan berleha-leha dengan kenikmatan dunia?

Tetap berapi bagi Tuhan guys.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s