Disatukan Allah

images

 

“Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:6 TB)

Penggalan ayat diatas terlihat di status teman saya yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dan biasanya ayat tersebut terdengar di waktu pemberkatan nikah.

Waktu saya baca status itu tiba-tiba hati saya seperti bertanya “Dimana posisi Allah pada kutipan ayat tersebut?” Agak rumit bukan?. Mari saya elaborasikan, pada konteks ayat tersebut ada 2 objek yang akan disatukan, Allah, dan manusia. Pertanyaanya “atas dasar apa 2 objek itu bisa disatukan ?”, seringkali cuma atas dasar kehendak manusia. Jadi, posisi Allah hanyalah sebagai tukang lem yang merekatkan.

Waktu Yesus turun kedunia, profesi yang Dia kerjakan adalah tukang kayu. Seorang tukang kayu yang handal pastilah seseorang yang tidak asal-asalan dalam menyatukan. Sebelum 2 balok kayu bisa disatukan pastilah ada bagian-bagian dari kayu tersebut yang harus dipotong, dilubangi, atau apapun itu yang harus dilakukan supaya persatuan kedua balok kayu tersebut menghasilkan sesuatu yang indah yang merefleksikan kemapuan sang tukang kayu tersebut. Tukang kayu tersebut bukan hanya menyatukan melainkah terlibat dari mulai pemilihan 2 benda yang harus disatukan.

Saat ini di bagian-bagian dunia tertentu banyak sekali perkawinan homoseksual sudah bisa dilakukan di gereja. Mereka memberikan 2 objek yang akan disatukan kepada Allah dan bagian Allah hanyalah menyatukan saja tidak peduli perasaan Allah. Apakah saya membenci homoseksual? sama sekali tidak, saya mengasihi setiap mereka, saya berbeban buat mereka. Karena saya begitu yakin, jauh dihatinya yang paling dalam, pasti ada tangisan pertobatan, cuma masih tidak tau harus berbuat apa.

Maksud saya menulis tulisan ini, jangan jadikan Allah hanyalah sebagai tukang lem (hanya bagian terakhir) dalam setiap rencana hidup kita, pastikan juga bahwa Allah adalah pihak yang memilih objek yang disatukan. Jadi, Allah terlibat dari awal hingga akhir dalam setiap area hidup kita. Bukankah Dia sendiri yang telah berfirman :

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6 TB)

Jadi Allah adalah pihak yang memulai, pihak yang menjaga, dan pihak yang mengakhiri dengan sempurna segala pekerjaan dalam hidup kita. Lebih jauh, mari belajar bahwa siapapun atau keadaan apapun yang Allah ijinkan untuk “disatukan” dengan hidup kita janganlah kita ceraikan. Biarkan hal tersebut tetap dalam hidup kita sampai Allah sendiri yang menceraikan hal tersebut dalam hidup kita. Karena Allah tahu apa yang harus disatukan dengan hidup kita sehingga kita mencapai tujuan Allah semula dalam hidup kita.

Selamat bersatu 🙂

Cheersss,

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s