Bodoh Bagi Dunia

STUPID

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,” (1 Korintus 1 :27 TB)

Kalau kita menelaah orang yang dipakai Tuhan ternyata gak ada yang bodoh diantara mereka. Daud? Dia mungkin adalah gembala paling berani yang pernah ada, bukan gembala sembarangan yang bodoh. Daniel? Seorang yang didapati sangat pintar oleh 3 raja yang dia layani. Paulus? Murid terbaiknya Gamaliel. Petrus dkk? Nelayan yang tidak pernah menyerah walau semalam-malaman tidak dapat ikan. Lukas? Seorang dokter. Lalu pertanyaannya, kenapa ayat diatas menyatakan “apa yang bodoh bagi dunia”?

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”  (1 Korintus 1:18 TB)

Ternyata apa yang bodoh bagi dunia, bukanlah seorang pemalas yang tidak mau berusaha, seorang yang tidak berprestasi. Melainkan, seseorang dengan segala prestasi yang ada dengan segala kemampuan yang dia punya tetap memutuskan untuk percaya akan injil. Orang-orang bodoh bagi dunia adalah orang-orang yang seharusnya bisa berbangga akan pencapaian dalam hidup mereka, namun mereka percaya bahwa semuanya itu semata-mata kekuatan Allah.

Menurut saya, Daud hanya kalah postur saja dari Goliat, masalah kehebatan belom tentu kalah. Alkitab mencatat, Daud mengejar singa atau beruang yang menangkap dombanya, bahkan Dia melepaskan dari dombanya dari mulut singa dan beruang, belom tentu Goliat bisa melakukan hal yang sama. Membayangkan mengejar singa saja sudah aneh apalagi membuka mulut singa, jadi Daud itu orang hebat bukan bodoh. Namun, pada waktu Daud maju menghadapi Goliat, Dia bukan maju dengan segala kehebatannya, segala prestasinya, atau segala pengalamannya. Dia maju dengan nama Allahnya.

Hari ini hari senen, hari yang buat kebanyakan orang hari paling malas untuk kerja. Marilah kita menjadi orang-orang kristen yang berprestasi dimanapun Tuhan taruh kita, jangan mejadi orang-orang malas yang bodoh, dan jangan lupa untuk tetap rendah hati dengan menyadari bahwa semua prestasi itu hanyalah kekuatan Allah.

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s