Hana dan Penina

niko-pirosmani-xx-childless-millionaire-and-poor-woman-with-children-xx-the-tretyakov-gallery-moscow-russia5b35d

But to Hannah he gave a double portion because he loved her, and the Lord had closed her womb.“(1 Samuel 1 : 5 NIV).
Tetapi kepada Hana Ia memberikan porsi ganda karena Ia mengasihinya, dan Tuhan telah menutup rahimnya

Perikop lengkap pada kutiapan ayat diatas berbicara tentang seorang laki-laki yang bernama Elkana yang memiliki 2 istri bernama Hana dan Penina. Ia dihadapkan pada situasi dimana istrinya bernama Penina memberikan banyak anak lelaki dan perempuan, sedangkan Hana tidak memiliki anak karena kandungan Hana ditutup oleh Tuhan. Pada zaman itu, kita tahu bahwa adalah tabu bagi seorang wanita menikah yang tidak bisa memberi keturunan. Alkitab mencatat bahwa Penina selalu menyakiti Hana karena tidak memiliki keturunan.

Seringkali kita melihat sudut pandang kisah ini dari sudut pandang Hana, bahwa kita tidak boleh menyerah untuk apa yang sebenarnya menjadi jatah kita. Tidak ada yang salah akan hal ini, namun mari lihat dari sudut pandang Elkana. Adalah wajar untuk Elkana mengasihi Penina, tetapi pada kutipan diatas kita tahu bahwa cintanya Elkana pada Hana, tidak berkurang sekalipun dalam pemandangan manusia Hana adalah wanita mandul. Terbukti alkitab mencatat Elkana berkata kepada Hana.

Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: “Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?” (1 Samuel 1 : 5 TB).

Akhir dari kisah ini kita tahu bahwa Nabi besar bernama Samuel lahir dari rahim Hana. Samuel diangkat Tuhan menjadi hakim dan juga jembatan antara Tuhan dan bangsa Israel pada zaman itu, orang yang sama adalah orang yang mengurapi Saul dan Daud. Sebaliknya, Tidak ada cerita jelas tentang keturunan Penina.

Dalam hidup ini kita selalu punya Hana dan Penina. Hana memiliki definisi ‘anugrah’, Penina memiliki definisi ‘mutiara’. Mutiara itu berbicara pencapaian, kekayaan, sesuatu yang berharga yang kita miliki yang nampak jelas di mata manusia kita. Mudah sekali untuk kita lebih mencintai ‘mutiara’ dalam hidup kita, karena lewat ‘mutiara’ ini banyak orang menghormati kita, dekat sama kita, bahkan mungkin tunduk sama kita. Tapi satu hal, hanya oleh ‘anugrah’ kamu bisa memiliki mutiara dalam hidupmu, anugrah pulalah yang membuat kita layak untuk hidup sebagai kekasih-kekasih Kristus.

Sama seperti Hana yang melahirkan hal besar dalam hidupnya lewat Samuel, demikian pula anugrah, kalo kita tidak menganggap remeh anugrah kematian Yesus di salib akan lahir hal besar dalam hidup kita. Alkitab juga mencatat bahwa Penina selalu menyakiti Hana, demikian juga seringkali berkat dalam hidup kita membuat anugrah-Nya tersakiti. Mengapa ? Karena sering kali kita lebih menghargai berkat-berkat jasmani yang kasat mata dibanding anugrah yang tidak kasat mata.

Apa mutiara dalam hidupmu? pastikan engkau tetap mengasihi anugrahnya, karena hanya lewat anugrah kelak akan lahir hal-hal besar dalam hidupmu.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s