Taat Saja

Obedient-dog

….To obey is better than sacrifice…(1 Samuel 15 : 22 NIV)

Penggalan ayat diatas kurang lebih berarti “Taat itu lebih baik daripada berkorban”.

Taat dan berkorban adalah dua hal yang berbeda dan keduanya adalah sifat yang Tuhan mau untuk kita miliki dalam hidup kita, tetapi ketika kita dihadapkan pada kondisi untuk memilih salah satu dari kedua hal tersebut, pastikan pilihan kita jatuh kepada ketaatan.

Mengapa? karena untuk taat pasti dibutuhkan pengorbanan, tetapi tidak semua pengorbanan itu didasari ketaataan. Ketaatan kita terlihat bukan pada saat semua yang kita rencanakan sesuai dengan apa yang Tuhan mau, justru disaat apa yang kita anggap terbaik tidak selaras dengan apa yang Tuhan anggap terbaik, itulah saat terbaik untuk kita belajar taat dengan cara mengorbankan rencana kita untuk memberi jalan kepada rencana Tuhan untuk jadi dalam hidup kita. Lalu apa yang salah dengan pengorbanan? tidak ada. Namun, seringkali pengorbanan kita bukanlah pengorbanan yang benar tapi pengorbanan yang kita lakukan hanya untuk mencapai impian-impian pribadi kita.

Kalau kita baca tindakan Raja Saul di 1 Samuel 15, suatu tindakan yang sebenarnya menurut pandangan saya adalah tindakan ketidaktaatan yang “rohani”. Dia tidak membunuh semua binatang yang gemuk-gemuk karena ingin dipersembahkan kepada Tuhan. Bayangkan seperti ini, kamu punya uang 1 Milliar lalu Tuhan perintahkan untuk bakar, tetapi kamu berpikir untuk memberikannya sebagai persembahan kepada Gereja. Sedikit rohani bukan? Ada yang salah dengan punya uang 1 Milliar? ada yang salah dengan memberi persembahan kepada gereja? Tidak, bahkan keduanya menyukakan hati Tuhan, tapi dalam konteks tersebut ada permintaan “khusus” dari Tuhan dan itulah yang harus menjadi pusat dari tindakan kita.

Kalau kita pergi ke sirkus, melihat pertunjukan dari ketaatan binatang-binatang yang melakukan hal-hal yang seharusnya mereka tidak lakukan seperti melompat di lingkaran api, menulis, bermain tambah-tambahan. Apa yang binatang-binatang itu dapatkan dari pelatihnya? cuma daging dalam porsi sedikit. Kita sebagai manusia coba hitung apa yang kita sudah dapat dari Pelatih agung kita? banyak! bahkan nyawaNya pun sudah diberikan untuk kita. Mengapa susah untuk kita taat? sama seperti binatang sirkus butuh jam-jam latihan untuk taat, kita juga butuh latihan untuk menjadi taat, paksa diri kita untuk taat kepada Pelatih agung kita, karena Dia tahu yang terbaik.

Hidup Yesus dimuka bumi dirangkum dalam ayat ini

…he lived a selfless, obedient life and then died a selfless, obedient death… (Philippians 2:8 MSG)

Dia hidup bukan untuk diriNya, Hidup yang taat, lalu mati bukan untuk diriNya, mati yang taat.

Tuhan punya segala kuasa dan hak untuk tidak taat, tetapi rangkuman hidupNya berbicara bahwa cara hidup dan cara matiNya adalah definisi dari kata Taat. Kalau hari ini cerita hidup kita memasuki paragraf rangkuman, adakah kata taat disana?

Stay Obedient guys,

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s