Berbuah

colorful-fruits-in-tree

“Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23 TB)

Ayat tersebut menampar gw luar dalam, bagaimana mungkin Tuhan gak kenal kita? Dia kan yang menciptakan kita. Menurut pemahaman gw, ayat itu merupakan keputusan Tuhan karena waktunya kita untuk bertobat sudah tidak ada lagi, bukan suatu kondisi. Pernah gak lo dikecewakan sama orang sebegitu rupa dan lo bilang sama orang itu “pergi sana, gw gak kenal elo”. Dalam kasus hubungan dengan manusia adalah tugas kita untuk memaafkan, karena masi ada esok hari. Tapi kalo sudah berbicara pengadilan terakhir tentu kita tau waktu sudah tidak ada.

Pertanyaanya kenapa sampe ini terjadi? Mundur ke ayat sebelumnya, ada tertulis. “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7 : 20 TB). Jadi kalo sampe Tuhan gak kenal, berarti salah satu alasannya adalah karena kita gak berbuah!!!. Bayangin, kalo kita masuk ke hutan amazon, ketemu satu pohon yang besar, megah, dan kokoh. Mungkin sangat sulit buat kita untuk tahu pohon itu jenis apa. Tapi saat kita ketemu satu pohon kecil, tapi ada mangga di rantingnya, mudah sekali untuk kita tahu bahwa itu pohon mangga.

Lihat satu kisah di perjanjian lama, pada saat Musa mengutus 12 pengintai untuk melihat tanah kanaan. Tau gak apa yang dibawa 12 pengintai itu kembali ke bangsa israel? Buah!!. Seluruh bangsa Israel gak perlu liat tanah kanaan secara langsung, cukup dengan melihat buahnya saja, mereka sudah tau tanah kanaan itu tanah yang berlimpah-limpah. Lompat lagi ke perjanjian baru. “Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” (Markus 4 : 8 TB)

Ayat diatas menjelaskan bahwa tanah yang betul-betul baik bukan hanya ada pohon yang bertumbuh tapi berbuah. Jadi, kalau kita berbuah itu menunjukan bahwa tanah hati kita adalah tanah yang subur.

Berbuah juga adalah AMANAT AGUNG yang diucapkan Tuhan Yesus yang diulang oleh Rasul Yohanes.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28: 19 TB)

…….Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap… (Yohanes 15: 16 TB)

Kedua ayat diatas sangat mirip, pergi lalu menjadikan murid (buah) dan baptis (buah yang tetap). Kalau sampe Tuhan berbicara tentang hal ini sebelum Dia pergi, pastilah ini sangat penting, dan kalau sampe ayat ini diulang oleh rasul yang sangat dekat hatinya Tuhan, betapa kita harus menyadari bahwa adalah kerinduan hati Tuhan untuk kita semua tidak hanya sekedar bertumbuh tapi juga berbuah.

Be Fruitful guys….

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s