Pengendara Buta

Blind-Driver

Pernah mengendarai mobil ? Setuju gak bahwa konsentrasi penuh sangat amat dibutuhkan, pikiran benar-benar difokuskan terhadap situasi yang sedang terjadi dalam perjalanan. Banyak kecelakaan terjadi hanya karena sang pengendara meleng. Sekarang bayangkan jika situasinya dipersulit. Mengendarai dengan mata tertutup tanpa tau tujuan dan situasi di sekitar tapi ada satu orang duduk disebelah kita dengan mata terbuka dan memegang peta dari tempat tujuan kita. Dia hanya berbicara untuk mengarahkan apakah kita harus gas tinggi, gas pelan, belok kiri, belok kanan, berhenti, atau bahkan mundur. Berani mengendarai?

Suka gak suka itulah hidup kita didunia, kita seperti pengendara buta yang gak tau dimana ujungnya. Yang kita tahu, Tuhan duduk disamping kita mengarahkan kita sesuai dengan peta yang Dia sudah rancangkan jauh sebelum kita ada, dan Dia sudah ada di Tujuan kita. Setelah sampai di titik tertentu, kita boleh menikmati keindahan di titik tersebut dengan mata terbuka, lalu bersiap menutup mata untuk perjalanan selanjutnya.

Lalu apa susahnya? Sebenarnya sih tidak susah sama sekali kalau kita taat, yang jadi masalah kita ini makhluk yang diberikan logika (jadi kita bisa memilih kehendak kita, bukan hewan yang bergerak berdasarkan naluri) dan selama perjalanan ada begitu banyak penonton disamping kita.

Banyak banget waktu dalam hidup kita, kita memutuskan untuk membuka mata dan mulai mengendarai berdasarkan logika kita. Kalau kita sudah mulai mengendarai dengan logika kita. Tuhan hanya bisa diam, karena Dia bukan Tuhan yang maksa. Setelah mencapai tujuan tertentu yang kita mau, kita merasa sangat sukses. Padahal itu bukan tujuan hidup kita yang sebenarnya.

Ada juga masa dimana kita mulai dengan mata tertutup, dan berserah penuh. Begitu sampai dititik tertentu dan Tuhan mengijinkan kita membuka mata dan menikmati pemndangan. kita mulai menikmati pemandangan lebih daripada Tuhan. Kita sudah gak perduli lagi sama Tuhan, dan kita gak mau lagi bergerak lagi sama Tuhan. Cukup sampai pemandangan indah itu tanpa pernah percaya pemandangan berikutnya pasti jauh lebih indah.

Hidup kita ini, dikelilingi banyak penonton yang sebenarnya kebanyakan penggemar kita bukan pendukung kita. Penggemar itu selalu ingin objek yang digemarinya berlaku sesuai yang mereka ingini, jika objek tersebut tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka akan meninggalkan objek tersebut tapi pendukung itu setia dalam segala sesuatu. Lihat Mike Tyson, ketika dulu dia berjaya seluruh dunia mendukung dia, tapi ketika sekarang dia jatuh, siapa dibelakang dia? Paling segelintir orang tidak terkenal. Permasalahannya adalah suara penggemar itu lebih kencang dari suara pendukung. Kadang dalam perjalanan Tuhan bilang “ayo, gas dengan cepat” mobil melaju kencang dan orang-orang disekeliling kita mulai memuji kita, kita mulai senang. Lalu gak lama kemudian Tuhan bilang “waktunya gigi mundur, untuk masukin mobil ke bengkel untuk isi bensin dan servis rem” lalu orang-orang disekeliling kita mulai kecewa sama kita “kenapa, kamu berhenti” dan kita memutuskan mengabaikan Tuhan dan tetap memacu kendaraan kita demi meyenangkan orang-orang disekeliling kita, tidak lama kemudian kita menghadapi jalur tanjakan dengan kehabisan bensin dan minyak rem. Siapa yang salah?.

Itulah hidup, sebenarnya sederhana. Tau gak sih harga yang harus dibayar Tuhan untuk bisa duduk disamping kita? Harganya itu kematian Dia sendiri. Sebenarnya enaknya berkendara dengan Tuhan itu, kita bisa cerita, ngobrol, curhat, nangis, ketawa, atau bahkan memeluk Dia itu sebenarnya inti dari berkendara buta, karena kita cuma bisa fokus sama Dia, dan kenikmatan sejati adalah kita berhenti di perhentian terakhir kita dan kita tau bahwa kita sudah menjalani seluruh peta yang Tuhan sudah persiapkan.

Siap menikmati perjalanan sama Tuhan?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s