Apa Yang Lo Anggap

what-you-think

(Inspired by PETRUS AGUNG) .

“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”(Amsal 23 :7 TB). Dalam terjemahan bahasa inggrisnya “For as he thinks in his heart, so is he.” (Proverbs 23 : 7 AMP) yang berarti kurang lebih orang itu adalah buah dari pikirannya sendiri.

Jawab pertanyaan gw berikut ini dengan sejujurnya, dan waktu lo cuma 10 detik! siap??

Apa anggapan diri lo tentang diri lo sendiri?

Jawaban lo itu adalah nilai-nilai yang sebagaimana selama ini terkandung didalam diri lo sendiri! dan itu adalah nasib hidup lo pada akhirnya kalo lo gak mau berubah.

Ayat alkitab bilang gini “Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.” (Lukas 8 : 18 TB)

Coba perhatikan kata-kata terakhirnya, “juga apa yang ia anggap ada padanya”. Masih dianggap tapi bisa diambil, aneh kan? sesuatu itu bisa diambil kalo hal tersebut nyata, jadi anggapan lo itu nyata di alam roh, walalupun di alam daging belom jadi nyata, tapi  sebaliknya kalo di alam roh sudah diambil alias sudah hilang, maka di alam daging juga tidak akan pernah ada.

Jadi cara lo menganggaap sesuatu adalah sebuah tolak ukur akan seberapa besar Tuhan bisa pake hidup lo, nah masalahnya sebagai manusia yang masih memiliki daging sering kali cara pandang kita terhadap janji Tuhan atau masalah itu berbeda dengan cara Tuhan. Kalau sampe kita ngalamin hal kayak gini jangan paksain anggapan lo, tapi biarin Tuhan ubah anggapan lo sampe sama kayak Dia.

Contoh di alkitab yang paling nyata itu Gideon, dia menganggap dirinya seorang pecundang, tapi Tuhan nganggep dia pahlawan, dan Gideon akhirnya merubah anggapan dirinya tentang dirinya sendiri sesuai dengan anggapan Tuhan. Hasil akhirnya? Luar Biasa.

Mari mundur ke saat awal penciptaan manusia. Tuhan berfirman “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2 : 18 TB). Setelah penolong itu jadi, Adam tidak langsung memberi nama Hawa tapi dia bilang “perempuan” yang artinya kurang lebih “diambil dari laki-laki”. Kalo dilihat dari sudut pandang yang lain “diambil dari laki-laki” bisa juga berarti “laki-laki kehilangan sesuatu”, padahal Tuhan memberikan penolong tapi yang Adam nilai dia kehilangan sesuatu. Setiap dia lihat perempuan itu, jiwanya berkata “sesuatu diambil dari padaku”. Semestinya dia tidak kehilangan sesuatu melainkan mendapatkan sesuatu, tetapi karena anggapannya, dia kehilangan sesuatu. Apa yang hilang? bukan hanya rusuknya saja, tapi juga

kepemimpinannya. Perhatikan waktu Hawa digoda iblis, dimana Adam? tepat disebelahnya, kenapa dia diam? sesuatu sudah hilang dari padanya.

Ayo lihat Abraham. Abraham itu disuruh Tuhan pergi dari UR-Kasdim, lalu dia pergi. Nah yang jadi masalah adalah istrinya si sara teralu cantik, wong umur udah 90 tahun masih ditaksir sama orang-orang. Jadilah Abraham bersepakat sama sara, kalo ditanya sama orang, bilang bahwa engkau adalah saudaraku. Memang betul mereka saudara, tapi Iblis gak tinggal diam, dia nuntut ke Tuhan kurang lebih kayak gini “Tuhan, mereka kan gak ngaku suami istri, mana bisa bukan suami istri punya anak”. Tuhan juga punya hukum, Dia Tuhan yang mengikut aturan main yang Dia buat, bukan seenaknya sendiri. Pertama kali Abraham menganggap sara adalah saudaranya setelah mereka menikah adalah didepan Firaun. Firaun akhirnya mengetahui dan mengembalikan Sara kepada Abraham, tapi gak ada reaksi apapun dari Abraham, dan Abraham tidak bertobat. Karena dia mengulangi anggapan Sara adalah saudaranya didepan Abimelekh. Tapi setelah Abimelekh tahu bahwa Sara adalah istri dari Abraham, Abraham berdoa kepada Tuhan yang sudah pasti dia minta maaf karena tingkahnya dia seluruh kandungan wanita di kerajaan Abimelekh ditutup Tuhan. Apa judul pasal setelah Abraham berdoa kepada Tuhan? ISHAK Lahir. Menarik bukan, tidak ada yang kebetulan, Tuhan itu punya perhitungan.

Dalam kehidupan sehari-hari kayak gini, anggap lah gw kasih tunjuk lo sebuah benih pohon, apa yang lo liat? ya benih pohon donk Gid! betul tidak? ya betul! tapi, bisa juga kan lo lihat sebagai pohon, bisa juga hutan. Kalo lo liat itu hanya sebagai biji, mungkin cuma lo geletakin aja di sembarangan tempat, tapi kalo lo liat sebagaipohon, apa yang lo lakukan? ya lo akan tabur, siram, kasih pupuk dan sebagai-bagainya sampe pohon itu bukan lagi di imajinasi lo tapi ud di kenyataan hidup lo! Makin besar anggapan lo makin mahal harga dari pencapainnya.

Terhadap apa yang Tuhan sudah kasih (potensi, keuangan, pekerjaan) dan janji Tuhan yang belom tergenapi dalam hidup lo, gimana cara lo menganggapnya? hati-hati dalam menganggap itu karena anggapan lo itulah yang jadi kalo lo gak berubah :).

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s