Misteri Cinta Allah

Misteri Cinta Allah (inspirasi khotbah Petrus Agung)

Tentu semua kita udah hapal atau pernah baca (Kalau lo gak hafal 1 pun ayat alkitab, setidaknya hafal  yang ini.) :

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16 TB)
Love

Rasa cinta manusia ke Tuhan itu cenderung simbiosis mutualisme. Suatu hubungan yang dari kecil kita diajarkan bahwa ini adalah simbiosis yang paling menguntungkan. Tapi, kalo dipikir-pikir kira-kira banyak untung apa ruginya Tuhan berhubungan dengan kita. Jujur…..

Tapi tetep kasihnya gak bisa dipadamkan, Dia menghadapi cawan kematian yang berisi semua dosa-dosa kita sendirian dilarutkan dalam murka Allah. Pernah bayangin murka Allah gimana? mending gak usah.

Lucifer yang jelas-jelas punya track record bagus sebagai pemimpin pujian di Sorga gak ditebus sama Tuhan, tapi manusia? baru sebentar di taman eden sudah langsung berdosa tapi toh tetep dipilih Tuhan untuk ditebus. Waktu setan diusir keluar dari sorga, gak ada kelanjutannya, tapi waktu manusia diusir dari taman eden. Allah sendiri menjahit pakaian dari bulu binatang untuk manusia. Malaikat gak ngerti, tapi toh mereka taat, manusia mengerti tapi kebanyakan gak taat.

Itulah, kira-kira besar cinta-Nya Tuhan buat kita, trus bagaimana kita membalasnya. Ada begitu banyak kisah cinta manusia terhadap Tuhan, gw pengen garis bawahin kisah pengabdian cinta dari 3 orang bernama SADRAKH, MESAKH, dan ABEDNEGO.

Dihadapannya ada pilihan untuk tetap hidup tapi menyembah patung Nebukdnezar, atau tetap menyembah Tuhan tapi masuk kedalam tungku perapian. Alkitab menggambarkan dengan jelas jawaban mereka :

“Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Daniel 3:16-18 TB)

kata “seandainya tidak” seolah-olah menggambarkan iman mereka saat itu gak seperti iman Abraham yang yakinTuhan bisa membangkitkan Ishak, pengharapannya tidak seperti sebesar Yeremia yang yakin akan masa depannya, tetapi cinta mereka sama Tuhan mengalahkan semuanya.

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:13 TB)”

Tetap mengasihi Tuhan yah.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s